Cetak Sejarah Baru, Como 1907 Segel Tiket Liga Champions untuk Pertama Kalinya

  • 26 Mei 2026 07:36 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, COMO – Klub milik pengusaha Indonesia, Hartono Bersaudara (Djarum Group), Como 1907, resmi mencetak sejarah baru di kancah sepak bola Eropa. Tim asuhan Cesc Fàbregas tersebut sukses mengamankan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub setelah menyudahi kompetisi Serie A musim ini di peringkat keempat.

Kepastian ini didapat setelah 'I Lariani' sukses menumbangkan Cremonese, klub yang diperkuat kiper berdarah Indonesia Emil Audero, dengan skor telak 4-1 pada laga pamungkas. Kemenangan tersebut membuat Como finis dengan raihan 71 poin.

Pencapaian Como musim ini terbilang luar biasa dan di luar prediksi banyak pihak. Sebagai tim yang berstatus sebagai tim promosi, mereka justru tampil meledak dan konsisten di papan atas.

Bahkan, Como mampu menyudahi musim di atas klub-klub raksasa tradisional Italia seperti AC Milan dan Juventus. Keberhasilan finis di posisi empat besar ini menjadi pembuktian magis taktik Cesc Fàbregas di kursi kepelatihan serta efektivitas pengelolaan klub.

Keberhasilan Como menembus kompetisi antarklub tertinggi di Eropa ini menjadi puncak dari transformasi luar biasa yang dimulai sejak tahun 2019, tepat ketika Djarum Group mengambil alih kepemilikan klub.

Berikut adalah perjalanan impresif Como 1907 dalam beberapa tahun terakhir:

  • 2019: Diakuisisi Djarum Group saat baru menjuarai Serie D (kasta kelima) dan promosi ke Serie C2.
  • 2020: Promosi ke Serie C.
  • 2021: Menjuarai Serie C dan mengamankan tiket promosi ke Serie B.
  • 2024: Finis di papan atas Serie B dan resmi promosi ke Serie A setelah puluhan tahun absen.
  • Musim Ini: Mengakhiri musim debutnya di Serie A sejak kembali ke kasta tertinggi dengan finis di peringkat ke-4 sekaligus lolos ke Liga Champions.

Bagi publik Stadio Giuseppe Sinigaglia, momen ini terasa sangat emosional. Como baru saja melakoni musim comeback mereka di kasta tertinggi Italia sejak terakhir kali merasakannya pada musim 1949–1950.

Alih-alih sekadar berjuang lolos dari jerat degradasi, Como 1907 justru langsung melompat jauh ke kompetisi elite Eropa. Dengan dukungan finansial yang sehat dari Hartono Bersaudara dan manajemen yang visioner, Como kini siap membawa nama kota kecil di pinggir danau itu ke panggung termegah sepak bola dunia musim depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....