Istri Korban Penembakan di Jalan Trans Wamena-Nduga Tiba di Wamena

  • 17 Sep 2026 17:48 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Sinta, istri almarhum Aris Sanda, korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jalan Trans Wamena-Nduga, tiba di Wamena setelah dijemput personel TNI dari tempat tugasnya di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Sinta tiba bersama kerabat dan didampingi anggota Satgas Rajawali menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan EX tipe C208 di Bandara Wamena, Kamis (17/9/2026) pukul 14.05 WIT.

Sebelumnya, Sinta dijemput dari Distrik Mbua menggunakan helikopter menuju Kenyam, Kabupaten Nduga, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Wamena dengan pesawat. Setibanya di Bandara Wamena, Sinta yang tak kuasa menahan haru disambut sejumlah keluarga dan kerabat dari Ikatan Keluarga Toraja (IKT) serta Danrem 172/PWY Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Robby Suryadi.

“Saya menyampaikan turut berbelasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum. Kebetulan kami memang ditugaskan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih untuk menjemput istri almarhum dari Distrik Mbua menuju ke Wamena,” ujar Brigjen TNI Robby Suryadi, di rumah duka.

Danrem mengimbau masyarakat di Papua Pegunungan, untuk tetap menjaga keamanan dan segera melaporkan kepada TNI maupun Polri apabila menemukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan serta menyerahkan setiap tindakan pelanggaran kepada proses hukum.

“Kami berharap situasi ke depan tentunya akan menjadi lebih baik lagi, Wamena kembali damai, Provinsi Papua Pegunungan seluruhnya damai dan tenang, tanpa ada kejadian-kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban, apalagi mengorbankan masyarakat. Saya tegaskan, dari seluruh rentetan yang terjadi di Provinsi Papua Pegunungan, korban itu tidak ada agen intelijen militer, mereka yang menjadi korban itu murni masyarakat sipil,” tegasnya.

Brigjen TNI Robby Suryadi, juga mengimbau masyarakat agar cerdas, cermat dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait situasi keamanan di Papua Pegunungan. Menurutnya, terdapat pemberitaan di media sosial yang dinilai tidak sesuai dengan fakta dan data sehingga masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh.

“Kalaupun orang-orang yang melakukan tindakan biadab itu menyerahkan diri, itu yang lebih baik, sehingga kami juga bisa melakukan hukum sesuai dengan norma yang ada, bukan balas dengan bunuh, dengan darah lagi,” katanya.

Sementara itu, Penasehat IKT Dr. Edi Rantetasak, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa penembakan dan pembakaran jasad almarhum bersama kendaraannya. Dikatakan, warga Toraja di Papua Pegunungan turut merasakan duka mendalam dan berharap pelaku menyadari perbuatannya serta kembali ke jalan yang benar.

“Kami warga Toraja sangat bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras TNI dan Polri sehingga jenazah dapat dievakuasi dari Habema hingga tiba di Wamena dengan baik. Atas nama keluarga besar Toraja di Papua Pegunungan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pangdam XVII/Cenderawasih yang telah menugaskan Bapak Danrem untuk menjemput istri almarhum yang saat itu bertugas sebagai guru di Mbua, Kabupaten Nduga,” ungkapnya.

Edi menambahkan, jenazah almarhum Aris Sanda direncanakan diterbangkan ke Makassar pada Jumat 18 September 2026, sebelum selanjutnya dibawa ke Toraja Utara untuk dimakamkan di Kecamatan Bangkelekila. Mantan Ketua IKT Papua ini, juga mengharapkan, seluruh pihak dapat mengedepankan perdamaian dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....