Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Kekeringan dan Hujan Es

  • 24 Agt 2026 11:00 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena — Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan mendampingi penyaluran bantuan logistik dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) bagi masyarakat terdampak bencana kekeringan dan hujan es di wilayah Kuyawage, Jumat (21/8/2026).

Bantuan tersebut menyasar warga di Distrik Wanobarat dan Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, serta Distrik Nengeyagin dan Distrik Wutpaga, Kabupaten Nduga. Penyaluran dilakukan bersama Dinas Sosial Kabupaten Lanny Jaya dan Dinas Sosial Kabupaten Nduga.

Bantuan bahan makanan yang disalurkan terdiri atas 14 ton 35 kilogram beras, 219 kilogram gula pasir, 219 karton kopi, dan 700 karton mi instan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Perwakilan Kemensos RI, Roberto Koibur, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang terdampak langsung.

Menurutnya, meski jumlah bantuan yang disalurkan terbatas, pemerintah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga.

“Bantuan ini memang sedikit, tetapi kami harapkan bisa sampai kepada masyarakat yang terkena dampak langsung,” ujar Roberto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kuyawage yang telah menerima kedatangan pemerintah dengan baik. Roberto menyebut kunjungan tersebut merupakan kedatangannya yang ketiga ke wilayah Kuyawage dalam rangka merespons kondisi kebencanaan yang terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, menjelaskan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan berjenjang yang disampaikan pemerintah kabupaten dan provinsi kepada pemerintah pusat.

“Kami penanggung jawab lapangan, kami kawal sampai di sini bersama-sama hadir di hadapan masyarakat,” katanya.

Yanius meminta seluruh pihak memastikan pembagian bantuan dilakukan secara teliti dan merata, sehingga seluruh warga terdampak, termasuk anak-anak, ibu-ibu, serta kelompok masyarakat yang rentan, dapat menerima bantuan.

Ia menambahkan, bantuan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah kabupaten juga akan menyusul. Namun, jumlahnya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing pemerintah daerah.

Mewakili masyarakat, Pdt. Peleo Tabuni menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap masyarakat Kuyawage dapat terus berlanjut selama masa pemulihan.

“Kami minta perhatian pemerintah, jangan lepaskan kami. Tetap kontrol kami dalam masa pemulihan yang bisa memakan waktu sampai tahun 2028,” ujarnya.

Peleo menjelaskan, kekeringan dan hujan es telah menyebabkan tanaman tumpangsari masyarakat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap sumber pangan dan penghidupan warga.

Ia berharap pemerintah terus memberikan pendampingan hingga masyarakat kembali dapat bercocok tanam dan menikmati hasil pertanian mereka.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, sebagian warga dapat mendatangi langsung titik pembagian di ujung jalan. Namun, sebagian warga lainnya tidak dapat hadir karena jarak tempuh yang jauh serta kondisi fisik yang lemah dan sakit akibat dampak bencana.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar distribusi bantuan tidak hanya terpusat pada warga yang mampu menjangkau lokasi pembagian, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat terdampak yang masih bertahan di pemukiman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....