Anggota DPR Papua Pegunungan Fasilitasi 31 Anak Jalanan Bersekolah di Jayapura
- 20 Agt 2026 09:47 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dimanfaatkan Anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan, Fransina Daby, untuk mengambil langkah nyata membantu anak-anak yang selama ini hidup di jalanan mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Sebanyak 26 anak jalanan kembali diberangkatkan Fransina Daby dari Kabupaten Jayawijaya menuju Jayapura pada Senin (17/8/2026). Dengan tambahan tersebut, total sudah 31 anak dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan yang difasilitasi untuk mendapatkan pendidikan di Jayapura.
Fransina menjelaskan, pemberangkatan anak-anak tersebut dilakukan dalam dua gelombang. Sebelumnya, lima anak telah diberangkatkan lebih dahulu dan kini sudah aktif mengikuti pendidikan di Jayapura.
“Awalnya sudah ada lima anak yang berangkat duluan dan mereka saat ini sudah masuk sekolah. Hari ini, tepat di momen HUT RI, saya bawa lagi 26 anak, jadi totalnya ada 31 anak jalanan dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan yang kami berangkatkan ke Jayapura untuk disekolahkan,” ujar Fransina.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang selama ini bertahan hidup di jalanan Kota Wamena. Sebagian dari mereka mengandalkan pekerjaan kecil, seperti mengelap kendaraan, sementara sebagian lainnya terpaksa tidur di emperan toko maupun kawasan Mal Wamena.
Fransina berharap akses pendidikan yang diberikan dapat menjadi jalan untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak tersebut.
Ia juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar seluruh anak yang dibina dapat menjalani pendidikan dengan baik dan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter serta mampu memberikan kontribusi bagi daerah.
“Saya memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat di mana saja berada. Semoga anak-anak ini kelak tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa, takut akan Tuhan, berbakti kepada bangsa dan negara, serta mampu membangun tanah Papua dan Indonesia ke depan menjadi lebih baik,” katanya.
Inisiatif tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya hidup di jalanan, tetapi juga turut menekan angka anak putus sekolah di wilayah Papua Pegunungan.
Melalui pendidikan yang layak dan pembinaan berkelanjutan, anak-anak tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi muda yang mandiri, berkarakter, serta memiliki masa depan yang lebih jelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....