DPMK Nduga Gelar Rapat Koordinasi Bersama 248 Kampung dan 32 Distrik

  • 13 Agt 2026 03:10 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Nduga menyelenggarakan rapat koordinasi bersama 248 kampung di 32 distrik untuk mempersiapkan pencairan Dana Desa/Dana Kampung tahap pertama tahun anggaran 2026.
  • Rapat koordinasi yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) bertujuan memastikan seluruh tahapan administrasi terpenuhi sebelum proses pencairan dana dilaksanakan.
  • Keikutsertaan 248 pemerintah kampung dari seluruh distrik menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan dan transparansi dalam pengelolaan Dana Desa tahun 2026.

RRI.CO.ID, Kenyam — Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah kampung se-Kabupaten Nduga dalam rangka persiapan pencairan Dana Desa/Dana Kampung tahap pertama tahun anggaran 2026.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan 248 kampung yang tersebar di 32 distrik dan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan administrasi serta kesiapan pemerintah kampung sebelum proses pencairan dilaksanakan.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Nduga, Adrianus Gwijangge, S.IP., mengatakan bahwa pelaksanaan rapat merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Nduga agar proses pencairan dana kampung dapat segera dipersiapkan dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai dinas pelaksana teknis, kami sudah melakukan koordinasi dan rapat bersama 248 kampung di 32 distrik. Sesuai instruksi Bapak Bupati, kami siap memproses pencairan Dana Kampung tahap pertama,” ujar Adrianus.

Menurutnya, dari hasil koordinasi tersebut, sejumlah kampung telah memenuhi kesiapan untuk masuk dalam proses pencairan. Pada tahap awal, tiga distrik telah dinyatakan siap diproses, sementara distrik lainnya akan dilanjutkan secara bertahap sesuai dengan kelengkapan dan kesiapan administrasi masing-masing kampung.

Adrianus menjelaskan bahwa rapat juga menjadi momentum untuk memberikan pemahaman kepada para kepala kampung mengenai kondisi fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini berdampak secara luas, tidak hanya di Kabupaten Nduga tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

“Kondisi efisiensi anggaran yang kita alami bukan hanya terjadi di Kabupaten Nduga, tetapi merupakan dampak yang dirasakan secara nasional. Karena itu, sesuai instruksi Bapak Bupati, kami menjelaskan kondisi ini kepada masyarakat, khususnya kepada para kepala kampung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah memahami bahwa kondisi ekonomi saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi masyarakat. Kenaikan harga barang dan berbagai kebutuhan pembangunan turut dirasakan oleh pemerintah kampung. Namun, melalui koordinasi dan komunikasi yang baik, para kepala kampung diharapkan dapat memahami kondisi tersebut dan tetap menjalankan pelayanan pemerintahan serta pembangunan secara optimal.

“Memang masyarakat kita mengalami kesulitan, harga barang naik dan kondisi lainnya juga kita rasakan. Tetapi kami bersyukur karena para kepala kampung dapat menerima dan memahami kondisi yang terjadi saat ini dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, DPMK Kabupaten Nduga juga menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah daerah, pemerintah distrik, pemerintah kampung, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Adrianus mengakui bahwa dari sisi sumber daya manusia, Kabupaten Nduga masih menghadapi keterbatasan. Namun, menurutnya, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan proses pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dari sisi SDM memang kita masih sangat terbatas. Tetapi puji Tuhan, hari ini kita bisa mengumpulkan para kepala kampung, berdiskusi dan melaksanakan rapat bersama. Semua ini karena anugerah Tuhan dan kita patut bersyukur,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan rapat koordinasi tersebut, termasuk para kepala kampung, pemerintah distrik, jajaran DPMK, serta seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan.

Menurut Adrianus, komunikasi dan koordinasi merupakan kunci penting dalam menjalankan pemerintahan, terutama dalam situasi yang membutuhkan penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Ini adalah kepentingan kita bersama. Kita tidak boleh saling menyalahkan. Kita harus bersatu untuk membangun daerah ini. Hati dan pikiran kita harus diarahkan untuk membangun, sehingga kita dapat melaksanakan tugas dan pengabdian kita dengan baik,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Nduga melalui DPMK selanjutnya akan melanjutkan proses verifikasi dan pencairan Dana Kampung secara bertahap bagi kampung-kampung yang telah memenuhi persyaratan. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan dana kampung segera dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di 248 kampung Kabupaten Nduga.

Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Nduga untuk menjaga sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah kampung, serta memastikan kebijakan pembangunan tetap berjalan di tengah kondisi efisiensi anggaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....