Konflik di Jayawijaya Belum Sepenuhnya selesai Pemda diminta Duduk Bersama

  • 10 Jul 2026 21:55 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Tokoh intelektual Dulius Wanimbo mengingatkan bahwa konflik antar-suku di Jayawijaya dan Papua Pegunungan belum sepenuhnya tuntas meski beberapa langkah peredam ketegangan telah dilakukan.
  • Dulius mendesak aparat keamanan mengungkap pelaku dan kronologi kebakaran rumah warga di Wouma yang telah terjadi dua kali tanpa kejelasan.
  • Ia menekankan pentingnya pendekatan adat dan budaya sebagai fondasi penyelesaian konflik yang sesuai dengan karakter masyarakat Papua Pegunungan.
  • Dulius mendorong Gubernur Papua Pegunungan dan para bupati menciptakan payung hukum yang jelas melalui peraturan daerah untuk memberikan kepastian dan perlindungan generasi Papua ke depan.
  • Ia menekankan perlunya sinergi menyeluruh antara pemerintah, gereja, tokoh adat, dan masyarakat untuk mewujudkan perdamaian yang nyata di kehidupan sehari-hari.

RRI.CO.ID, Wamena – Tokoh intelektual Kabupaten Lanny Jaya, Dulius Wanimbo, kembali mengingatkan seluruh pihak bahwa konflik antar-suku di Jayawijaya dan wilayah Papua Pegunungan belum sepenuhnya tuntas. Meski beberapa langkah meredam ketegangan telah dilakukan, ia menegaskan bahwa penyelesaian menyeluruh masih sangat diperlukan demi masa depan generasi Papua.

Dalam pernyataannya, Dulius menyoroti kasus kebakaran rumah warga di Wouma yang sudah terjadi dua kali tanpa kejelasan. Ia mendesak aparat keamanan segera mengungkap pelaku dan kronologi peristiwa tersebut.

“Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam ketakutan. Keadilan harus ditegakkan agar warga merasa aman di tanahnya sendiri,” tegasnya.

Ia juga meminta Wamen Ribka Haluk meninjau ulang mekanisme penyelesaian konflik melalui jalur adat dan budaya. Menurutnya, pendekatan adat adalah jalan yang paling sesuai dengan karakter masyarakat Papua Pegunungan.

“Adat bukan sekadar simbol, tetapi fondasi yang menjaga kita tetap bersaudara,” ujarnya.

Dulius mendorong Gubernur Papua Pegunungan bersama para bupati Jayawijaya, Lanny Jaya, dan Yahukimo untuk duduk bersama mencari solusi permanen. Ia menekankan pentingnya payung hukum yang jelas, seperti peraturan daerah (Perda), agar generasi Papua Pegunungan memiliki kepastian dan perlindungan di masa depan.

“Konflik ini jangan dianggap biasa. Jika dibiarkan, dampaknya bisa menghancurkan generasi yang akan datang,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya keterlibatan menyeluruh dari pemerintah, gereja, tokoh masyarakat, dan kalangan intelektual.

“Kita semua punya tanggung jawab. Pemerintah, gereja, tokoh adat, dan intelektual harus bersatu. Jangan biarkan perdamaian hanya menjadi wacana, tetapi wujud nyata di kehidupan sehari-hari,” serunya.

“Kita harus saling jaga, saling lindungi. Masyarakat Papua jumlahnya sedikit, mari bergandengan tangan, saling sayang, dan saling menjaga kebersamaan ini. Jangan biarkan api konflik memisahkan kita, karena hanya dengan kasih dan persaudaraan kita bisa membangun Papua Pegunungan yang damai.”Ungkap Tokoh Muda Lanny Jaya yang vokal suarakan suara masyarakat ini.

Seruan ini menjadi pengingat bahwa kedamaian bukan sekadar harapan, melainkan sebuah komitmen bersama. Harapan besar kini tertuju pada sinergi pemerintah, tokoh adat, gereja, dan masyarakat untuk memastikan Papua Pegunungan benar-benar bebas dari bayang-bayang konfli

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....