Noken Cenderawasih Jayawijaya Resmi Kantongi HAKI, Dorong Ekonomi Mama-Mama Papua

  • 24 Jun 2026 20:35 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Noken Cenderawasih khas wilayah Bolakme, Molagalome, Tagime, Tagineri, dan Pyramid (BOMTA) resmi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum melalui Kantor Wilayah Papua. Peresmian dan penyerahan sertifikat HAKI tersebut berlangsung di Kampung Taganik, Distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (24/6/2026), sebagai upaya melindungi sekaligus mengembangkan produk budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, SH, MH, mengatakan pengakuan terhadap Noken Cenderawasih menjadi langkah penting dalam menjaga kekayaan budaya daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan memperoleh HAKI berawal dari upaya pengembangan produk budaya lokal setelah sebelumnya Noken Pelangi yang menjadi identitas Suku Walak juga berhasil diperkenalkan secara luas.

"Hari ini Noken Cenderawasih telah mendapatkan hak paten atau HAKI dari Kementerian Hukum melalui Kanwil Papua. Ini menjadi salah satu kekayaan budaya lokal setelah noken asli diakui UNESCO. Meski menggunakan benang pabrikan, noken ini memiliki ciri khas motif burung cenderawasih dan dapat dibuat menjadi berbagai produk seperti tas, topi, baju, taplak hingga tempat tisu," ujar Atenius Murib.

Bupati berharap, legalitas tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin, khususnya mama-mama Papua. Ia menilai produk Noken Cenderawasih memiliki potensi untuk dipasarkan tidak hanya di Papua, tetapi juga ke berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Saya mengajak kepada kita semua umumnya masyarakat di Jayawijaya untuk terus menggali potensi ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM dan menjaga situasi yang kondusif demi kemajuan daerah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi Murib, Sp.KJ, menjelaskan bahwa pengembangan Noken Cenderawasih merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, TP PKK, dan Dekranasda dalam mendukung kelompok UMKM. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pameran produk kerajinan, hasil bumi, serta kopi lokal.

"Kami ingin pasar-pasar distrik seperti Pasar Bolakme dan Pasar Asologaima kembali aktif sehingga roda perekonomian masyarakat dapat bergerak. Hasil bumi tidak harus selalu dijual ke kota, tetapi juga bisa dipasarkan di wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan Kementerian UMKM, Ir. Adi Trisnojuwono, MAP, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Menurutnya, perlindungan HAKI akan memberikan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan masyarakat.

"Kami berharap ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui UMKM, karena secara statistik, UMKM memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional maupun daerah, sehingga harus terus didorong agar berkembang dan berdaya saing,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....