Konflik Woma, Tokoh Adat Minta Warga Fokus Pencarian Korban di Kali
- 11 Mei 2026 02:04 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Lanny Jaya, Tias Urnom Kogoya, meminta seluruh pihak fokus melakukan pencarian korban hanyut pasca konflik dua kelompok masyarakat di Woma. Hal itu disampaikan Tias, usai pertemuan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, dan tokoh agama di ruang kerja Wakil Bupati Jayawijaya, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, hingga kini baru sembilan korban yang ditemukan, sementara korban lainnya diduga masih berada di aliran Kali Woma. “Itu masyarakat kami yang ada di dalam air. Yang sudah ditemukan sembilan orang, yang lebih banyak masih ada di dalam air,” ujarnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, aparat keamanan, hingga Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, serius membantu proses pencarian korban. Ia juga meminta masyarakat dari pihak yang berselisih untuk menjauh dari lokasi pencarian agar keluarga korban dapat fokus mencari kerabat mereka yang hanyut.
“Saya punya masyarakat itu datang untuk cari jenazah yang hanyut, bukan mau perang,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua LMA Jayawijaya, Herman Doga, mengimbau seluruh masyarakat tetap tenang dan mendukung proses pencarian korban demi keamanan bersama. “Besok itu fokus untuk pencarian mayat yang ada di dalam air itu kita cari sama-sama,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mendekati bantaran kali selama proses pencarian berlangsung serta meminta dukungan penuh aparat TNI-Polri karena situasi dinilai cukup serius.
“Saya minta backup anggota TNI Polri harus kita jalan sama-sama. Karena kasus ini serius, tidak gampang,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....