Inisiatif Komunitas Pulihkan Ekosistem Lembah Baliem lewat Aksi O Ai Yasuok

  • 08 Mei 2026 07:14 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, WAMENA – Menanggapi krisis lingkungan yang memicu banjir bandang dan tanah longsor hebat di Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2025, komunitas lokal meluncurkan gerakan O Ai Yasuok. Gerakan yang dalam bahasa Hubula berarti "Mari Menanam Pohon" ini menjadi sorotan dalam program Gerakan Membangun Papua (GMP) di RRI Wamena, Kamis (7/5/2026).

Diskusi yang dipandu oleh Tanty Situmorang ini menghadirkan dua narasumber utama yakni Agusta Bunai Ketua Panitia Aksi O Ai Yasuok 2026 dan Jemmy Patty Founder Curhat English Club. Keduanya menekankan bahwa pemulihan Lembah Baliem tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, melainkan harus lahir dari kesadaran akar rumput.

Gerakan ini diinisiasi sebagai langkah konkret menghadapi kerusakan lahan pertanian dan ancaman ketahanan pangan akibat bencana alam setahun silam.

Baca juga : O Ai Yasuok (Mari Tanam Pohon): Bersama untuk menyelamatkan Kehidupan

Panitia telah berhasil memobilisasi elemen masyarakat, mulai dari siswa SD hingga mahasiswa, untuk menanam lebih dari1.000 bibit pohon di kawasan Balim Global Training Center, Napua. Adapun yang terlibat dalam aksi yang dilakukan pada 2 Mei yang lalu meliputi komunitas Balim Global Training Center (BGTC) dan Siswa siswi SD Negeri di distrik Napua, SMA Sekolah Papua Harapan (SPH) Sentani dan komunitas Curhat English Club (CEC) .

Jemmy dan Agusta menggarisbawahi pentingnya mengubah perilaku masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah dan tanggung jawab pribadi terhadap penghijauan kembali.

Ke depan, gerakan ini berencana memperluas skala penanaman dengan melibatkan lebih banyak komunitas serta melakukan perencanaan teknis terkait pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan ekologi lokal.

Dalam dialog tersebut, para narasumber menegaskan filosofi masyarakat Papua yang memandang hutan sebagai "Mama" atau sumber kehidupan. Kolaborasi lintas generasi dianggap sebagai kunci utama agar hutan tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai pelindung alami dari bencana.

Melalui gerakan O Ai Yasuok, masyarakat Jayawijaya diajak untuk kembali merawat alam demi menjamin masa depan lingkungan yang lebih stabil bagi generasi mendatang di Lembah Baliem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....