Atasi Banjir Masyarakat diajak Sadar Lingkungan

  • 08 Mei 2026 08:16 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, WAMENA – Masalah sampah dan ancaman banjir di Lembah Baliem menjadi sorotan utama dalam program dialog interaktif "Gerakan Membangun Papua (GMP)" yang disiarkan oleh RRI Wamena, Kamis (07/05/2026). Dalam diskusi tersebut, para narasumber menekankan bahwa kunci utama perubahan lingkungan di Wamena bukan hanya pada kebijakan pemerintah, melainkan pada kesadaran hati nurani setiap individu.

Ketua Panitia Aksi O Ai Yasuok 2026, Agusta Bunai, bersama Founder Curhat English Club, Jemmy Patty, memaparkan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan telah berdampak sistemik. Salah satu dampak paling nyata adalah penyempitan saluran air atau selokan (got) di wilayah Wamena.

"Penanganan sampah harus dimulai dari diri sendiri. Kita tidak bisa terus menerus bergantung pada campur tangan pemerintah jika masyarakatnya belum disiplin," tambahnya.

Terdapat empat langkah strategis yang disarankan untuk masyarakat Wamena guna mencegah bencana banjir:

1. Memastikan setiap sampah masuk ke tempat yang seharusnya, bukan di jalanan atau saluran air.

2. Masyarakat diajak untuk tidak menunggu petugas, tetapi langsung bergerak membersihkan lingkungan jika melihat sampah berserakan.

3. Membiasakan diri menyimpan sampah pribadi seperti bungkus makanan di kantong atau tas hingga menemukan tempat sampah.

4. Menanamkan nilai-nilai ramah lingkungan kepada anak-anak sejak dini agar menjadi budaya di masa depan.

Fakta memprihatinkan bahwa banjir yang kerap melanda Wamena dipicu oleh tersumbatnya drainase akibat penumpukan sampah. Jika perilaku ini tidak segera diubah, kelestarian lingkungan di Lembah Baliem terancam akan terus menurun.

Gerakan "O Ai Yasuok" sendiri merupakan aksi menanam pohon yang diinisiasi untuk menghijaukan kembali kawasan Lembah Baliem, sekaligus menjadi simbol kepedulian terhadap ekosistem Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....