Nuzulul Quran: Antara Candu Media Sosial dan Keberkahan Membaca Al-Qur'an

  • 07 Mar 2026 06:58 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, WAMENA – Menyongsong peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan 1446 Hijriyah, Ustadz Maman, S.Pd.I., dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayawijaya, menyampaikan pesan mendalam dalam program "Mutiara Ramadhan: Sahur Bersama RRI" di Pro 1 Wamena, Sabtu (07/03/2026).

Dalam ceramahnya, Ustadz Maman menyoroti fenomena gaya hidup digital masyarakat modern yang kontras dengan interaksi terhadap kitab suci. Ia mengajak umat Muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri terkait penggunaan waktu antara perangkat teknologi dan Al-Qur'an.

Ustadz Maman memaparkan data survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024 yang menunjukkan pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221,56 juta orang, atau sekitar 79,5% dari total populasi.

"Kini informasi ada dalam genggaman kita. Kita sering merasa sayang jika ketinggalan kabar dari ponsel, hingga mengeceknya sesering mungkin—saat mengantri, istirahat, bahkan sesaat sebelum tidur. Namun, pertanyaannya, apakah waktu kita untuk mengakses informasi dari Allah (Al-Qur'an) seimbang dengan waktu kita di media sosial?" ujar beliau di RRI.

Beliau mengingatkan bahwa keterpautan yang berlebihan pada aktivitas tokoh dunia atau artis di media sosial tidak akan memberi manfaat di akhirat. Sebaliknya, Al-Qur'an adalah satu-satunya sumber informasi yang akan memberikan syafaat (pertolongan) bagi pembacanya di hari kiamat.

Mengutip hadis Rasulullah SAW, Ustadz Maman menjelaskan betapa besarnya nilai investasi akhirat dalam membaca Al-Qur'an.

"Membaca satu huruf saja dari Al-Qur'an dibalas dengan sepuluh kebaikan. Jika kita membaca Alif Lam Mim, itu sudah 30 kebaikan. Hal ini tentu tidak akan kita dapatkan saat sekadar berselancar di media sosial," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa orang yang sibuk dengan Al-Qur'an hingga tak sempat meminta dalam doa, justru akan diberikan pemberian terbaik oleh Allah SWT dibandingkan mereka yang meminta.

Sebagai langkah konkret, Ustadz Maman memberikan tips agar umat Muslim dapat mengkhatamkan Al-Qur'an minimal sekali dalam sebulan.

"Idealnya satu hari satu juz. Jika dibagi setiap waktu salat fardu, kita hanya perlu meluangkan waktu untuk membaca dua lembar (empat halaman). Bagi yang lancar, itu hanya butuh waktu kurang dari 5 menit," tuturnya.

Ia menutup ceramah dengan mengingatkan bahwa di era sekarang, tidak ada lagi alasan sulit membawa mushaf karena aplikasi Al-Qur'an sudah tersedia di dalam ponsel masing-masing. Beliau mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan diri "kosong" dari Al-Qur'an, layaknya rumah yang rusak dan runtuh.

Di akhir sesi, Ustadz Maman mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa hari ke-17 bagi seluruh masyarakat di Jayawijaya dan sekitarnya.

Rekomendasi Berita