Rentetan Sejarah Ikonik dan Kontroversi Piala Dunia Terbesar Sepanjang Masa
- 06 Jun 2026 09:42 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Tragedi Maracanazo 1950, Skandal Wasit Korea Selatan 2002, Gol Tangan Tuhan Maradona, hingga akhir sempurna dongeng Lionel Messi.
RRI.CO.ID, WAMENA – Sepanjang sejarahnya, turnamen sepak bola terakbar di dunia tidak hanya melahirkan decak kagum, tetapi juga intrik, air mata, dan perdebatan abadi. Di balik megahnya panggung lapangan hijau, tersimpan narasi-narasi dramatis yang mengubah jalannya sejarah olahraga modern.
Berikut adalah investigasi mendalam mengenai lima momen paling ikonik dalam sejarah turnamen global tersebut.
1. Tragedi Maracanazo 1950: Hari Saat Publik Brasil Menangis dalam Sunyi

Pada gelaran tahun 1950, Tim Nasional Brasil melangkah ke babak penentuan dengan status calon kuat juara. Mengandalkan dukungan penuh dari hampir 200.000 penonton yang memadati Stadion Maracanã, tim Samba hanya membutuhkan hasil imbang melawan Uruguay untuk mengamankan trofi juara dunia untuk pertama kalinya.
Eforia publik tuan rumah begitu masif hingga media massa lokal dan surat kabar nasional sudah berani mencetak tajuk kemenangan raksasa sebelum peluit pertama dibunyikan. Namun, kalkulasi di atas kertas tersebut hancur lebur dalam realitas 90 menit pertandingan.
Secara mengejutkan, Uruguay berhasil membalikkan keadaan dan menyudahi laga dengan keunggulan 2-1. Seketika itu juga, atmosfer pesta di Stadion Maracanã berubah total menjadi keheningan yang mencekam.
Kekalahan tragis ini membekas begitu dalam pada psikologis bangsa, melahirkan istilah 'Maracanazo', yang hingga kini diakui sebagai salah satu tragedi olahraga terbesar dalam sejarah sepak bola Brasil.
2. Skandal 1966: Ketika Trofi Jules Rimet Mendadak Hilang Dicuri di London

Empat bulan menjelang sepak mula turnamen 1966 di Inggris, sebuah insiden memalukan mengguncang otoritas sepak bola dunia. "Trofi Jules Rimet" yang legendaris, yang tengah dipamerkan kepada publik di London, mendadak raib digondol pencuri dari lokasi pameran.
Kepolisian Inggris segera mengerahkan armada detektif terbaiknya dan meluncurkan penyelidikan berskala masif guna menghindari aib internasional. Kendati demikian, pencarian intensif tim kepolisian selama berhari-hari sama sekali tidak membuahkan hasil signifikan.

Titik terang justru datang dari sumber yang sama sekali tidak terduga. Trofi emas tersebut berhasil ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles yang tengah berjalan bersama pemiliknya di pinggir jalan.
Terbungkus rapi oleh lembaran koran bekas di semak-semak, penemuan berharga oleh Pickles ini langsung menyelamatkan muka Inggris sebagai tuan rumah dan seketika mengubah sang anjing menjadi selebritas nasional yang dicintai publik.
3. Perempat Final 1986: Legenda di Balik 'Gol Tangan Tuhan' Diego Maradona

Laga perempat final tahun 1986 yang mempertemukan Argentina vs Inggris di Stadion Azteca, Meksiko, menjadi panggung bagi salah satu gol paling kontroversial sekaligus paling terkenal sepanjang masa.
Di tengah tensi geopolitik pasca-Perang Falkland, kapten Argentina Diego Maradona memecah kebuntuan dengan cara yang tidak biasa.
Dalam sebuah perebutan bola udara melawan kiper Inggris Peter Shilton, Maradona menggunakan tangannya untuk memukul bola masuk ke dalam gawang. Meskipun para pemain Inggris melayangkan protes keras atas pelanggaran sanksi handsball tersebut, wasit Ali Bin Nasser asal Tunisia tetap mengesahkan aksi tersebut sebagai gol yang sah.

Pasca-pertandingan, dalam konferensi pers yang legendaris, Maradona memberikan pernyataan puitis sekaligus provokatif dengan menyebut gol tersebut lahir "Sedikit dengan kepala Maradona, sedikit dengan tangan Tuhan." Gol ini selamanya mengubah lanskap rivalitas sepak bola internasional.
4. Kontroversi Korea Selatan 2002: Skandal Wasit Terbesar Sejarah Modern
Turnamen edisi tahun 2002 yang diselenggarakan di Asia melahirkan kejutan masif saat salah satu tuan rumah, Korea Selatan, berhasil menembus babak semifinal. Prestasi ini tercatat sebagai pencapaian tertinggi negara Asia dalam sejarah turnamen.

Kendati demikian, dongeng indah Negeri Gingseng tersebut langsung diwarnai noktah hitam akibat serangkaian keputusan wasit yang dinilai sangat berpihak dan kontroversial. Kejanggalan kepemimpinan pengadil lapangan ini terlihat sangat mencolok terutama saat Korea Selatan menghadapi dua tim raksasa Eropa, Italia di babak 16 besar dan Spanyol di babak perempat final.
Mulai dari penganuliran gol yang sah, kartu merah kontroversial untuk Francesco Totti, hingga vonis offside yang keliru, rentetan insiden ini memicu amarah publik dunia. Hingga hari ini, mayoritas pengamat dan penggemar sepak bola global menempatkan perjalanan Korea Selatan 2002 sebagai salah satu skandal kontroversi terbesar yang merusak nilai sportivitas sejarah turnamen.
5. Qatar 2022: Akhir Sempurna Dongeng Sang Meastro Lionel Messi

Selama lebih dari satu dekade, Lionel Messi telah diakui secara luas sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan dalam sejarah peradaban sepak bola modern. Namun, reputasi tersebut selalu dibayangi oleh satu pertanyaan krusial yang mengganjal kariernya: Mampukah ia membawa negaranya meraih trofi Piala Dunia?
Catatan perjalanannya dipenuhi dengan kepedihan beruntun. Messi tercatat mengalami kegagalan pada edisi 2006, terhenti kembali pada 2010, menelan kekalahan paling menyakitkan di partai final edisi 2014, dan lagi-lagi harus tersingkir prematur pada tahun 2018.

Titik balik takdir baru tercipta pada tahun 2022 di Qatar. Melalui drama partai final paling mendebarkan melawan Prancis yang berakhir hingga babak adu penalti, Messi sukses memimpin Argentina keluar sebagai juara dunia.
Bagi jutaan pencinta sepak bola di seluruh penjuru dunia, momen pengangkatan trofi tersebut bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan bab penutup yang sempurna bagi dongeng terbesar dalam sejarah olahraga universal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....