Insiden Mobil Operasional MBG Bukan Cerminan Kualitas Program
- 14 Des 2025 12:38 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa insiden mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, telah dan sedang ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku. BGN menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kasus tunggal dan tidak berkaitan dengan kualitas maupun kelayakan program MBG secara keseluruhan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada publik atas terjadinya insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa pimpinan BGN sangat menyesalkan kejadian ini dan turut prihatin atas kondisi para korban.
“Evaluasi menyeluruh sedang dilakukan secara internal sebagai bentuk tanggung jawab institusi terhadap keselamatan publik. Kami memastikan seluruh tahapan penanganan insiden berjalan secara profesional dan sesuai standar prosedur yang berlaku,” ujar Nanik dalam keterangannya.
| Baca juga: MBG Dorong Ekonomi Lokal, Serap Tenaga Kerja |
Sejak menerima laporan awal, BGN telah mengaktifkan langkah tanggap darurat, termasuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, aparat kepolisian, serta fasilitas kesehatan yang menangani para korban. Nanik menambahkan bahwa perkembangan penanganan insiden akan disampaikan secara berkala melalui informasi resmi guna mencegah munculnya misinformasi maupun hoaks di tengah masyarakat.
Menurut BGN, beredarnya narasi yang mengaitkan insiden tersebut dengan kualitas dan keamanan program MBG secara nasional tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan keresahan publik. Oleh karena itu, BGN mengimbau masyarakat untuk tetap merujuk pada sumber informasi yang valid dan terpercaya.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menginstruksikan jajarannya untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Penyelidikan dilakukan guna mengetahui penyebab kendaraan operasional MBG dapat masuk ke area sekolah hingga menabrak sejumlah siswa dan guru.
“Hal ini akan kami dalami secara menyeluruh, termasuk faktor penyebab kendaraan bisa memasuki halaman sekolah dan menimbulkan korban luka,” kata Asep.
BGN menegaskan komitmennya untuk bersikap terbuka dan akuntabel dalam proses evaluasi serta investigasi yang sedang berlangsung. Dengan koordinasi lintas lembaga yang kuat, BGN memastikan seluruh prosedur keselamatan akan terus diperkuat.
,.,
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....