MBG Dorong Ekonomi Lokal, Serap Tenaga Kerja
- 03 Des 2025 18:54 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menunjukkan dampak positif, tidak hanya bagi peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Sejak diluncurkan, program ini telah menciptakan peluang kerja baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan MBG adalah keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan baku.
“Pelibatan masyarakat akan membantu menjaga kelancaran pasokan bahan baku, terutama seiring meningkatnya jumlah Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG),” ujarnya.
Hingga saat ini, jumlah dapur BGN telah mencapai lebih dari 15 ribu unit di seluruh Indonesia. Dengan meluasnya layanan, kebutuhan komoditas seperti sayur, telur, dan buah meningkat signifikan. Untuk menjaga stabilitas pasokan, masyarakat didorong berpartisipasi dalam urban farming atau bercocok tanam di lingkungan rumah.
“Urban farming bisa menjadi solusi agar daerah tidak terlalu bergantung pada rantai distribusi yang panjang,” tambah Sony.
Program ini juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui pengembangan produksi pangan sesuai potensi desa mulai dari budidaya wortel, pisang, hingga peternakan ayam petelur dan pedaging. Pendekatan ini memberi jaminan cadangan bahan baku bagi dapur MBG yang terus berkembang. Lebih lanjut, hampir 200 UMKM ikut terlibat dalam pengadaan bahan baku, menunjukkan antusiasme kuat pelaku usaha lokal terhadap program lintas sektor tersebut.
Kontribusi besar juga datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie mengatakan pihaknya telah membangun 500 SPPG, dengan target 1.000 SPPG untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja. “Kami sudah mengeluarkan Rp 750 miliar untuk membangun 500 SPPG ini tanpa bantuan kredit perbankan sebagai bentuk kepercayaan kepada pemerintah,” ujarnya.
Setiap dapur MBG mampu menciptakan 50 lapangan kerja, yang berarti sekitar 25 ribu pekerja kini terlibat dalam operasional program tersebut. Selain itu, MBG meningkatkan permintaan komoditas pangan, mendorong hilirisasi sektor pertanian, dan membuka peluang lebih besar bagi petani maupun pengusaha lokal.
Di Kalimantan Tengah, program ini melibatkan lebih dari 1.800 petugas dan 233 supplier lokal. Kepala Kantor Wilayah DJPb Kalteng, Herry Hernawan, menyebut 58 SPPG aktif di daerah tersebut telah melayani lebih dari 150 ribu penerima manfaat, mulai dari balita hingga dewasa.
“Program ini nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau,” katanya.
Keberhasilan MBG menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja secara luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....