Mengatur Durasi dan Jadwal Makan, Kunci Utama Kesehatan Metabolik dan Berat Badan
- 16 Agt 2026 09:37 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Waktu dan durasi makan memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas metabolisme tubuh, bukan hanya tentang apa dan berapa banyak makanan yang dikonsumsi.
- Metode time-restricted eating atau pembatasan durasi makan harian terbukti efektif dalam mengontrol berat badan jangka panjang.
- Penelitian kesehatan modern yang dipresentasikan di European Congress on Obesity di Malaga, Spanyol, menegaskan pentingnya pengaturan waktu makan yang tepat.
RRI.CO.ID, Wamena - Bukan hanya tentang apa dan seberapa banyak makanan yang dikonsumsi, penelitian kesehatan modern menegaskan bahwa kapan dan berapa lama durasi makan kita dalam sehari memegang peranan krusial bagi tubuh. Pengaturan waktu dan durasi makan yang tepat terbukti efektif dalam menjaga kestabilan metabolisme hingga mengontrol berat badan jangka panjang.
Sebuah riset kesehatan yang dipresentasikan dalam ajang European Congress on Obesity di Malaga, Spanyol, menyoroti pentingnya pembatasan durasi makan harian atau yang dikenal dengan metode time-restricted eating.
Dalam studi tersebut, orang dengan kelebihan berat badan hingga obesitas yang membatasi durasi makan mereka dalam jendela 8 jam sehari berhasil menurunkan berat badan secara signifikan dan mempertahankannya hingga kurun waktu satu tahun.
"Kunci utama dari metode ini terletak pada konsistensi durasi puasa selama 16 jam setiap hari, sementara tubuh diberikan waktu 8 jam untuk mendapatkan asupan nutrisi," ujar Dr. Alba Camacho-Cardenosa, peneliti utama dari University of Granada.
Menariknya, studi ini menemukan bahwa efektivitas penurunan berat badan tidak terlalu bergantung pada jam berapa jendela makan itu dimulai, baik pagi maupun siang hari selama dijalankan secara konsisten minimal selama tiga bulan.
Bagi masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh dan mencegah risiko penyakit metabolik seperti resistensi insulin dan obesitas, para ahli gizi menyarankan pembagian waktu makan yang teratur sebagai berikut:
- Sarapan (Pukul 07.00 – 09.00): Menjadi bahan bakar utama tubuh setelah beristirahat semalaman. Melewatkan sarapan justru dapat memicu penurunan kadar gula darah drastis dan membuat seseorang makan secara berlebihan pada siang hari.
- Makan Siang (Pukul 12.00 – 14.00): Waktu paling ideal untuk mengembalikan energi yang terkuras di tengah hari. Makan siang tepat waktu membantu menjaga metabolisme tetap stabil dan mencegah rasa lapar ekstrem.
- Makan Malam (Pukul 18.00 – 20.00): Seiring berjalannya waktu, metabolisme tubuh akan melambat di malam hari. Karena itu, makan malam dianjurkan untuk memiliki porsi lebih ringan.
Para ahli mengingatkan agar masyarakat menghindari kebiasaan makan tepat sebelum tidur. Jeda minimal 2 hingga 3 jam sangat dianjurkan antara waktu makan malam dan jam tidur.
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membatasi proses pembakaran lemak alami tubuh semalaman, memicu naiknya asam lambung, serta meningkatkan risiko lonjakan gula darah dan penumpukan lemak.
Dengan memahami durasi makan yang efektif dan menjaga disiplin jam makan harian, tubuh tidak hanya akan mendapatkan nutrisi secara optimal, tetapi juga terjaga dari ancaman berbagai penyakit kronis di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....