Rahasia Kesehatan Mental ternyata Ada di dalam Perut
- 12 Mei 2026 05:04 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, WAMENA – Selama ini, kesehatan mental seringkali hanya dikaitkan dengan faktor psikologis dan beban pikiran. Namun, penelitian terbaru di bidang Nutritional Psychiatry mengungkapkan fakta mengejutkan.
Kesehatan mental kita sangat bergantung pada apa yang kita makan melalui mekanisme yang disebut gut-brain axis. Berdasarkan data yang dirilis baru-baru ini, ditemukan bahwa sekitar 95% serotonin, zat kimia kunci yang mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan justru diproduksi di saluran pencernaan, bukan di otak.
Produksi serotonin ini sangat dipengaruhi oleh mikrobioma usus, yakni kumpulan triliunan bakteri yang hidup dalam sistem pencernaan manusia. Bakteri-bakteri ini berperan krusial dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh dan regulasi emosi.
Pola makan harian menjadi penentu utama kualitas mikrobioma seseorang. Para ahli menekankan konsumsi makanan utuh seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan fermentasi terbukti mendukung pertumbuhan bakteri baik yang membantu regulasi emosi.
Sebaliknya, asupan tinggi gula dan makanan olahan dapat memicu peradangan kronis di usus. Kondisi ini berpotensi mengganggu komunikasi antara usus dan otak, yang berujung pada peningkatan risiko gangguan suasana hati serta kecemasan.
"Temuan ini memperkuat pandangan bahwa kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi faktor psikologis, tetapi juga kondisi biologis, termasuk pola makan sehari-hari," mengutip Journal of Annals of General Psychiatry.
Dengan adanya bukti ilmiah mengenai hubungan erat antara sistem pencernaan dan otak, menjaga pola makan kini bukan lagi sekadar soal penampilan fisik atau berat badan, melainkan sebuah investasi penting bagi kesehatan mental yang stabil.
Sumber: Journal of Annals of General Psychiatry: “The gut-brain axis: dietary, therapeutic and therapeutic measures”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....