Makanan Tinggi Gula yang Perlu Diwaspadai, Tidak Hanya Mengandung Pemanis
- 29 Jun 2026 08:35 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID,Wamena-Membatasi konsumsi gula tidak cukup hanya dengan menghindari makanan yang terasa manis. Sejumlah produk pangan yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata juga mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi, bahkan pada makanan yang kerap dianggap lebih sehat.
Pola konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kerusakan gigi. Karena itu, masyarakat dianjurkan lebih cermat membaca label gizi dan memilih makanan dengan kandungan gula tambahan yang lebih rendah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas (free sugars) dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Pengurangan hingga di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram per hari dinilai memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik.
Berikut beberapa kelompok makanan dan minuman yang umumnya mengandung gula tambahan cukup tinggi:
Minuman bersoda dan minuman berpemanis, seperti soda, teh kemasan, dan minuman energi.
Kue, donat, dan pastry yang mengandung gula serta lemak dalam jumlah tinggi.
Sereal sarapan manis, terutama yang diberi tambahan madu atau cokelat.
Permen dan cokelat susu yang didominasi gula sederhana.
Es krim dan makanan penutup beku dengan kombinasi gula dan lemak.
Saus dan bumbu siap pakai, seperti saus tomat, saus barbeque, dan kecap manis.
Baca juga: Rumah Sehat Dimulai Dari Bebas KecoakJus buah kemasan, terutama yang mengandung gula tambahan atau dibuat dari konsentrat.
Minuman kopi kekinian dan bubble tea yang umumnya menggunakan sirup atau gula cair.
Makanan cepat saji, terutama dari saus dan roti yang digunakan.
Buah kaleng dalam sirup serta berbagai jenis manisan.
Yogurt rasa dan susu berperisa yang sering mengandung gula tambahan.
Biskuit, wafer, dan makanan ringan olahan.
Smoothie atau minuman siap saji dengan tambahan sirup atau pemanis.
Sereal dan makanan olahan untuk anak yang mengandung gula tambahan.
Produk olahan berbahan tepung tertentu yang dipadukan dengan pemanis atau saus manis.
Ahli gizi mengingatkan bahwa tidak semua gula memiliki dampak yang sama. Gula alami dalam buah utuh dan susu berbeda dengan gula tambahan yang dimasukkan selama proses pengolahan makanan. Karena itu, masyarakat disarankan lebih mengutamakan konsumsi makanan segar, memperbanyak buah utuh, sayuran, serta membatasi minuman berpemanis.
Selain mengurangi minuman manis, langkah sederhana seperti membiasakan membaca label informasi nilai gizi, memilih air putih sebagai minuman utama, serta memasak sendiri di rumah dapat membantu mengendalikan asupan gula harian.
Pemerintah juga terus mendorong upaya pengendalian konsumsi gula melalui kebijakan pelabelan gizi pada pangan siap saji sebagai bagian dari pencegahan penyakit tidak menular.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....