Penggunaan ChatGPT di Indonesia Paling Dominan untuk Pekerjaan

  • 08 Okt 2025 07:50 WIB
  •  Wamena

KBRN, Jayawijaya: Sebuah survei global terbaru dari Schwartz Reisman Institute for Technology and Society (bekerja sama dengan University of Toronto dan berbagai pihak) menunjukkan bahwa penggunaan utama ChatGPT di tingkat global paling banyak didorong oleh kebutuhan pekerjaan.

Menariknya, Indonesia masuk dalam kelompok negara yang paling dominan memanfaatkan chatbot kecerdasan buatan (AI) ini untuk tujuan profesional.

Survei ini, yang dilakukan pada Oktober dan November 2023 terhadap 23.882 responden di 21 negara, mengungkap persepsi dan sikap publik terhadap AI.

Secara keseluruhan, penggunaan ChatGPT global didominasi oleh tujuan pekerjaan (33%), diikuti oleh tujuan pendidikan, menjadi alternatif pencarian seperti Google, dan juga untuk bersenang-senang.

Hasil survei menyoroti adanya perbedaan pola penggunaan ChatGPT di berbagai wilayah. Untuk tujuan profesional, negara-negara di Asia dan Amerika Latin menunjukkan adopsi tertinggi.

“Tujuan pekerjaan atas penggunaan ChatGPT paling umum dilaporkan pada negara Cina, Indonesia, India, Brasil, dan Meksiko,” demikian laporan dari Schwartz Reisman Institute.

Temuan ini mengindikasikan bahwa bagi para pekerja di Indonesia, ChatGPT telah menjadi alat bantu kerja yang semakin penting, digunakan untuk meningkatkan efisiensi, menyusun draf dokumen, atau membantu proses analisis. Data ini sejalan dengan tren adopsi teknologi AI generatif yang semakin masif di berbagai sektor industri dan profesional.

Selain Indonesia, survei ini juga memetakan preferensi penggunaan di negara-negara lain:

  • Penggunaan untuk Pendidikan: Pakistan tercatat sebagai negara dengan porsi pengguna terbesar untuk tujuan pendidikan (49%). Tren serupa juga terlihat di Argentina, Chili, Kenya, dan Afrika Selatan, di mana tujuan ini menjadi yang paling umum (sekitar 30% hingga 40%).
  • Alternatif Google: Responden di Jepang, Italia, dan Prancis cenderung melaporkan penggunaan ChatGPT sebagai alternatif dari Google dalam mencari informasi (masing-masing 42%, 35%, dan 30%). Ini mencerminkan pergeseran ke platform dialog interaktif untuk mendapatkan jawaban yang lebih terstruktur.
  • Untuk Kesenangan: Sementara itu, penggunaan untuk bersenang-senang dilaporkan dominan oleh responden di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Jerman, dan Inggris (sekitar 30% di setiap negara).

Data ini memperjelas bahwa ChatGPT tidak hanya berfungsi sebagai asisten akademik atau profesional, tetapi juga sebagai sumber hiburan dan sarana eksplorasi bagi masyarakat di negara-negara maju.

Survei yang berjudul "Persepsi dan Sikap Publik Global terhadap Kecerdasan Buatan" ini merupakan studi komprehensif untuk memahami bagaimana publik global memandang dan menggunakan teknologi AI, khususnya ChatGPT.

Dengan melibatkan lebih dari 23.000 responden dan dilakukan dalam 12 bahasa, hasil ini memberikan wawasan mendalam mengenai dampak dan integrasi AI dalam kehidupan sehari-hari secara global di awal tahun 2024.

Temuan bahwa Indonesia dominan menggunakan ChatGPT untuk pekerjaan memberikan sinyal kuat bagi pemerintah dan pelaku industri mengenai pentingnya regulasi dan pelatihan yang memadai agar pemanfaatan AI generatif dapat dilakukan secara etis dan produktif di dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....