Pemerintah Ajak Generasi Muda Cegah Polarisasi dalam Demokrasi Digital
- 20 Jul 2026 18:39 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID – Wamena, Pemerintah mengajak generasi muda menjadi pelopor dalam mencegah polarisasi di ruang digital melalui penguatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan etika bermedia sosial. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang demokrasi digital yang sehat, inklusif, dan bertanggung jawab.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia di era digital. Tingginya penggunaan media sosial di kalangan anak muda, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan memahami informasi secara kritis agar perbedaan pandangan politik tidak berkembang menjadi konflik sosial.
"Demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat digital yang cerdas, santun, dan mampu menghargai perbedaan. Generasi muda memiliki peran penting sebagai agen pemersatu di ruang digital," ujar Meutya di Jakarta.
Pemerintah menilai perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang partisipasi publik yang semakin luas. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga meningkatkan potensi penyebaran disinformasi, provokasi, serta ujaran kebencian yang dapat memperkuat polarisasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa kemampuan memverifikasi informasi menjadi keterampilan yang sangat penting di era digital. Ia mengimbau masyarakat agar memperoleh informasi dari sumber yang kredibel dan tidak terburu-buru menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
"Literasi media menjadi benteng utama dalam menjaga demokrasi yang berkualitas. Masyarakat harus semakin kritis terhadap informasi yang beredar agar ruang digital tetap sehat dan produktif," katanya.
Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah terus membangun sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga, dunia pendidikan, media massa, organisasi masyarakat, serta perusahaan teknologi dalam memperluas edukasi mengenai literasi digital, etika bermedia, toleransi, dan penguatan karakter kebangsaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang aman, kondusif, serta mendukung penyelenggaraan demokrasi yang damai. Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan dapat membangun budaya diskusi yang sehat, menghargai keberagaman pendapat, dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Pemerintah menegaskan bahwa pencegahan polarisasi di ruang digital merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat persatuan nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Dengan dukungan generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, ruang digital Indonesia diharapkan menjadi wadah dialog yang sehat serta mendukung terwujudnya demokrasi yang semakin matang dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....