Jelang Akhir Tahun, Komisi A DPRK Jayawijaya Lakukan Monitoring OPD Mitra

  • 06 Okt 2026 18:30 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Komisi A DPRK Kabupaten Jayawijaya melakukan monitoring langsung terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja untuk memastikan pelaksanaan program dan kegiatan fisik tahun anggaran 2026 berjalan sesuai target.
  • Monitoring dilakukan pada bulan Oktober 2026 dengan fokus pada progres pekerjaan OPD mengingat tersisa dua bulan untuk mencapai target akhir tahun anggaran.
  • Ketua Komisi A DPRK Jayawijaya, Yusup Huby, memimpin kegiatan monitoring ini untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program-program pembangunan di daerah.

‎‎RRI.CO.ID, Wamena - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melakukan monitoring terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja guna memastikan pelaksanaan program dan kegiatan fisik tahun anggaran 2026 berjalan sesuai target, Senin (5/10/2026).

‎Ketua Komisi A DPRK Jayawijaya, Yusup Huby, mengatakan monitoring tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pekerjaan OPD, mengingat pelaksanaan tahun anggaran 2026 telah memasuki bulan Oktober dan akan segera memasuki November hingga Desember.

‎“Kami hari ini melakukan monitoring ke OPD mitra. Sebelumnya kami sudah melakukan monitoring di PU, kemudian kali ini kami datang ke Perumahan,” ujar Yusup Huby.‎

‎Menurutnya, monitoring tersebut penting dilakukan untuk memastikan setiap OPD mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan, terutama menjelang akhir tahun anggaran.‎

‎“Kami ingin melihat pekerjaan atau kegiatan yang sedang berjalan ini apakah bisa diselesaikan atau tidak. Ini menjadi tugas kami sebagai mitra untuk terus melakukan kontrol,” katanya.‎

‎Yusup menjelaskan, Komisi A juga memberikan perhatian khusus terhadap progres pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pasalnya, terdapat sejumlah kegiatan lama yang berdasarkan laporan baru mencapai sekitar 40 persen.‎

‎Selain itu, terdapat pula penambahan anggaran pada sektor PU yang nilainya mencapai sekitar Rp7 miliar. Karena itu, DPRK ingin memastikan OPD terkait benar-benar siap melaksanakan pekerjaan tambahan tersebut dalam waktu yang tersedia.

‎‎“Pekerjaan lama yang kami dapat laporan baru sekitar 40 persen. Ini cukup berbahaya untuk PU. Apalagi ada penambahan sekitar Rp7 miliar. Kami ingin memastikan apakah mereka mampu menyelesaikannya dalam waktu yang ada,” jelasnya.

‎‎Sementara untuk Dinas Perumahan, Yusup menilai progres pekerjaan yang dilakukan cukup baik dan optimistis dapat diselesaikan sesuai target, khususnya pekerjaan yang ditargetkan rampung pada November.

‎‎Ia menegaskan, monitoring akan terus dilakukan terhadap OPD yang berkaitan dengan kegiatan fisik, di antaranya Dinas PU, Dinas Perumahan, dan Dinas Perhubungan.

‎‎“Tugas kami sebenarnya bagaimana penyerapan anggaran ini bisa berjalan dengan baik. Dengan begitu, ke depan kita bisa melihat apakah anggaran yang akan datang bisa naik atau tidak. Karena itu, kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi,” tegasnya.

‎‎Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Kabupaten Jayawijaya, Herman Pampa, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan pembangunan rumah masyarakat berjalan sesuai target.

‎‎Ia menjelaskan, pada tahun 2025 Dinas Perumahan Jayawijaya telah membangun sebanyak 25 unit rumah masyarakat. Seluruh pembangunan tersebut telah selesai 100 persen sesuai waktu yang ditentukan.

‎‎“Di tahun 2025, kami dari Dinas Perumahan membangun rumah masyarakat sebanyak 25 unit. Dari 25 unit tersebut sudah 100 persen semuanya selesai tepat pada waktu yang ditentukan,” kata Herman.

‎‎Ia menambahkan, pekerjaan tersebut juga telah melalui proses audit dan tidak ditemukan adanya temuan.“Kami sudah diaudit juga dan tidak ada temuan sama sekali,” ujarnya.

‎Untuk tahun anggaran 2026, Dinas Perumahan kembali melaksanakan pembangunan rumah masyarakat melalui sumber dana khusus sebanyak 22 unit. Pembangunan tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni 17 unit di Distrik Assotipo, tiga unit di Pelebaga, dan dua unit di Maimah.

‎Khusus pembangunan di Distrik Assotipo, sebanyak 17 unit rumah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana longsor.

Herman mengatakan, progres pembangunan 17 unit rumah di Assotipo saat ini telah mencapai hampir 90 persen. Pihaknya tinggal menyelesaikan sekitar 10 persen pekerjaan yang tersisa. “Untuk 17 unit di Assotipo, progresnya sudah hampir 90 persen berdiri. Tinggal sekitar 10 persen yang kami kejar,” jelasnya.

‎Pihaknya optimistis seluruh pembangunan, termasuk dua unit rumah di Maimah dan tiga unit di Pelebaga, dapat diselesaikan sebelum masa kontrak berakhir pada 10 November 2026.

‎“Kami dari Dinas Perumahan berharap 17 rumah di Assotipo, ditambah dua unit di Maimah dan tiga unit di Pelebaga, dapat selesai tepat waktu sebelum kontrak berakhir pada 10 November,” pungkas Herman.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....