Tepis Isu Perpecahan, Wagub Ungkap Hostory Dwi-Tunggal John Tabo - Ones Pahabol

  • 17 Sep 2026 09:42 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Wakil Gubernur Ones Pahabol menyampaikan pesan tegas kepada ratusan ASN di halaman Kantor Gubernur Wamena pada Kamis 17 September 2026 untuk mengakhiri bisik-bisik politik dan narasi miring.
  • Pahabol menekankan bahwa kepemimpinannya dengan Gubernur John Tabo merupakan satu kesatuan dwi-tunggal yang tidak dapat dipisahkan oleh intrik atau fitnah apa pun.
  • Apel pagi ini menjadi momentum untuk memperkuat harmoni dan kesatuan dalam tubuh birokrasi Provinsi Papua Pegunungan di bawah kepemimpinan keduanya.

RRI.CO.ID, Wamena - Apel pagi yang dipadati ratusan ASN di halaman Kantor Gubernur - Gedung Otonom Wamena, Kamis (17/9/2026), menjadi saksi dari sebuah ketegasan yang tak biasa. Di hadapan barisan Aparatur Sipil Negara dan pimpinan OPD), Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menyampaikan pesan menohok yang membedah dinamika di dalam tubuh birokrasi yang dipimpinnya.

Agenda utamanya jelas: mengakhiri bisik-bisik politik di sosial medei maupun dunia nyata, dan narasi-narasi miring yang mencoba meretakkan hubungannya dengan Gubernur John Tabo. Bagi Pahabol, kepemimpinan mereka berdua bukanlah dua kutub yang terpisah, melainkan satu kesatuan dwi-tunggal yang tak dapat diceraikan oleh intrik apa pun.

Analogi 'Setan Takut Setan' dan Sindiran Keras untuk Birokrasi

Dengan gaya bicaranya yang lugas dan berapi-api, mantan Bupati Yahukimo ini tidak segan menggunakan metafora yang tajam demi menggugah kesadaran para bawahannya. Ia mengingatkan agar roda pemerintahan tidak berjalan di atas asas kepura-puraan atau kecurigaan antarsesama.

Pimpinan OPD dan ratusan ASN Pemprov Papua Pegunungan saat mengikuti apel Kamis pagi (RRI/Ronny)

“Di sini jangan ada setan takut setan, jadi setan satu ini takut setan satu ini, jadi dong dua ini lari sama-sama,” ujar Pahabol, menggambarkan betapa kelirunya jika ada pihak-pihak di dalam pemerintahan yang justru saling mencurigai atau mengadu domba pimpinan mereka.

Pahabol menyadari ada kegelisahan yang mengendap di benak para kepala OPD dan kepala bidang (Kabid). Banyak dari mereka yang bekerja di bawah bayang-bayang kecemasan—takut dicopot, takut diganti, hingga akhirnya menghalalkan segala cara, termasuk memanipulasi informasi demi mengamankan posisi.

“Takut setengah mati lagi. Gubernur atau Wakil Gubernur jalan, semua takut. Dosa ini berhenti hari ini! Staf-staf, kepala-kepala OPD harus berhenti. Saya tahu kamu takut sebentar lagi akan diganti. Tapi ini dosa ini, tidak boleh begitu,” beberanya di hadapan peserta apel pagi.

Pahabol meminta seluruh aparatur sipil negara untuk hentikan kebiasaan memberikan masukan yang keliru, mengubah-ubah komitmen di tengah jalan karena motivasi finansial, atau menyodorkan berkas yang tidak sesuai fakta. Baginya, kompas utama pemerintahan ini tetap berada di tangan dwi-tunggal yang sah. "Pemerintahan ini otaknya Gubernur John Tabo dan Ones Pahabol yang pimpin di sini," tegasnya.

History Pahabol dan Tabo - Persahabatan Empat Dekade

Bagi Ones Pahabol, hubungannya dengan John Tabo bukanlah sekadar relasi formal antara gubernur dan wakil gubernur yang lahir dari momentum Pilkada. Kedekatan mereka berakar dari sejarah panjang perpolitikan Papua yang sudah diuji oleh waktu selama lebih dari 40 tahun.

Keterikatan politik yang matang itulah yang membuat Pahabol merasa terusik ketika ada pihak-ihak di internal birokrasi yang mencoba meniupkan isu keretakan.

“Kami dua akur, hidup 40 lebih tahun sampai hari ini. Jangan kacaukan dengan kamu-kamu yang lain ini. Apalagi hubungan di Golkar lama sekali, sampai dengan pegawai lama sekali. Saya full membantu Gubernur, tapi jangan kalian pisahkan,” pesan Pahabol dengan nada suara yang bergetar namun sarat penekanan.

Pimpinan OPD dan ratusan ASN Pemprov Papua Pegunungan saat mengikuti apel Kamis pagi (RRI/Ronny)

Sebagai sesama putra daerah asli Papua Pegunungan yang dipilih langsung oleh mandat rakyat, mereka berdua memikul beban sejarah untuk meletakkan fondasi provinsi baru ini dengan kokoh. Jalannya pemerintahan yang efektif hanya bisa terwujud jika seluruh elemen OPD dan ASN bergerak selaras, bukan malah sibuk bermanuver di air keruh.

Menatap Masa Depan Tanpa Ketakutan

Di akhir arahannya, Ones Pahabol mengajak seluruh ASN untuk melangkah maju dan melupakan iklim kerja yang penuh kecurigaan. Durasi masa jabatan satu setengah tahun menuju dua tahun ke depan dinilainya terlalu berharga jika hanya dihabiskan untuk memelihara drama politik internal.

“Bapak Gubernur paling baik, Wakil Gubernur baik. Tapi orang-orang ini yang bikin sampai sebentar lagi jalan sama-sama Gubernur, Wakil Gubernur sebentar lagi diganti. Saya mengerti dan saya harus sampaikan di sini. Satu tahun 6 bulan menuju 2 tahun kita begini terus, bagaimana?” pungkasnya retoris.

Pesan dari Wamena pagi itu sangat kuat, keharmonisan di pucuk pimpinan adalah harga mati. Kini, bola salju ada di tangan para pimpinan OPD dan ASN Papua Pegunungan. Apakah mereka akan terus terjebak dalam rasa takut kehilangan jabatan, atau mulai fokus menyumbang energi positif demi kesejahteraan masyarakat di bumi Cendrawasih?.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....