Gubernur: Pendataan OAP di Papua Pegunungan, Baru 2 Kabupaten yang Memenuhi Syarat

  • 09 Sep 2026 18:53 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo menyatakan, dari 8 Kabupaten di provinsi tersebut baru 2 Kabupaten Yakni Kabupaten Yahukimo dan Tolikara yang telah merampungkan data Orang Asli Papua (OAP), sementara 6 kabupaten lainnya belum valid.

“Yang lainnya semua di bawah, Kabupaten Jayawijaya ini baru dilaporkan 8 ribu orang saja OAP, Kabupaten Lanny Jaya baru 5 ribu, Pegunungan Bintang baru 7 ribu, Mamberamo Tengah sama, Yalimo sama” Kata John Tabo di Wamena, Senin (07/09/26).

Padahal kata Dia, data base OAP sangat berperan penting dalam melaksanakan program Otonomi Khusus (Otsus) Papua, termasuk pengalokasian dana Otsus. “Data base ini yang menentukan nanti kita punya peningkatan dana alokasi khusus, dana otonomi khusus. Kalo tidak punya data ini ya percuma kita berharap dana itu turun dari langit” Katanya.

Ia menyebutkan, pendataan OAP sangat dibutuhkan untuk mendapatkan tambahan dana, sebab hingga saat ini Papua Pegunungan tidak memiliki PAD, sehingga selama ini hanya bergantung pada dana transfer Pusat. “Di sini kadang – kadang kita tidak paham, bicara itu seenaknya saja” Tegasnya.

Selain itu, John Tabo mengatakan, Peraturan Menteri Keuangan (PMK), telah memperketat regulasi pengalokasian anggaran termasuk untuk dana Otsus. Dengan demikian pemerintah daerah sudah tidak bisa merombak setiap ketentuan keuangan yang telah diatur PMK.

“Hanya lokasi dan tempat yang kita daerah yang tentukan, tapi jumlah budget semua itu sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. saya kira ini baik supaya harapan pemerintah, harapan masyarakat betul – betul kena sasaran. Karena dana Otsus ini untuk masyarakat” Ujarnya.

“Kalau saya, misalnya dana Otsus ini fokus saja misalnya ke satu provinsi, saya lebih baik tutup mata bagi – bagi kepada masyarakat tapikan tidak, karena itu programlah yang kita jadi sasaran untuk berdayakan masyarakat” Jelasnya lagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....