Jhon Tabo: Kita Terima Kritik tapi Jangan Memprovokasi
- 31 Jul 2026 07:16 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena: Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, John Tabo menegaskan pihaknya menerima kritik dari berbagai pihak, namun jangan ada narasi provokasi seolah-olah pemerintah tidak berbuat apa-apa. Kritik juga mesti dibarengi solusi yang membangun.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jhon Tabo, pada apel rutin ASN, Kamis (30/07/2026) di halaman kantor Gubernur. Jhon Tabo mengatakan. “kritik itu biasa yang wajar tapi kritik harus ada solusi, kalau hanya asal ngomong aja jangan kalian bicara” Katanya.
Gubernur mengatakan, pemerintah bekerja berdasarkan peraturan yang mengikat, termasuk dalam hal pengelolaan anggaran. Selain itu anggaran diperiksa oleh BPK sebagaimana pemeriksaan untuk penggunaan anggaran 2025.
“Kami diperiksa, hasilnya wajar tanpa pengecualian, itu pemerintahan terbaik, jadi kalau ada anggota MRP berteriak, DPRP berteriak tidak papa kasih tinggal, karena dia bicara tidak pada tempatnya. Setiap organisasi setiap lembaga itu ada etika, jadi di media berkoar-koar segala macam cari popularitas silahkan saja” Tegasnya
Ia menegaskan, pihaknya tidak anti kritik dalam melaksanakan pembangunan dan pemerintahan. “kita menyampaikan terimakasih, kita tidak anti kritik, cuman kritiknya salah arah, mempersalahkan perorangan itu bukan kritik itu tidak benar, itu namanya membangun provokasi. Tidak boleh bahasa provokasi, kritik kinerja pembangunan yang benar” Tegasnya lagi.
Gubernur mengatakan, hingga saat ini baru 1 tahun 3 bulan efektif melaksanakan pemerintahan definitif di Papua Pegunungan, sehingga jika dalam perjalan masih banyak kekurangan adalah hal wajar karena pemerintahan yang baru.
“Tolong berikan saya waktu 5 tahun ini untuk kerja, baru 1 tahun 3 bulan, bilang satu tahun 8 bulan dari mana, ini 1 tahun 3 bulan, ingat baik bulan april saya dilantik dengan pa Ones.” Ujar Gubernur Papua Pegunungan.
Oleh karena itu, jika masih ada pihak-pihak yang membangun narasi negatif di media massa, Gubernur minta publik silahkan menilainya sendiri. “Komentar di media, bapak ibu silahkan menilai sendiri, apa komentar mereka itu benar atau salah silahkan menilai sendiri cuman kasihan memprovokasi orang” Ujarnya.
“Jadi itu isu – isu di media yang saya sampaikan, jadi silahkan bapak ibu menilai sendiri, apa aggota DPR bicara itu pada tempatnya, jadi lembaga itu ada aturan, bicara di dalam hearing. Teriak bagus kritik bagus kita hargai, kita hormati, hanya membangun bahasanya provokatif” Katanya (*).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....