Senyum Warga Wamena saat Akes Jalan Tak Lagi Lumpur

  • 06 Agt 2026 14:02 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Yopi Karoba dan warga Musiaima merasakan kebahagiaan atas selesainya pembangunan jalan baru yang kokoh di depan pemukiman mereka setelah menunggu bertahun-tahun.
  • Jalan yang baru dibangun mengubah kondisi lingkungan yang dulunya berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun, sehingga mengganggu akses mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
  • Infrastruktur jalan ini menjadi solusi penting untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas ekonomi bagi masyarakat Musiaima di Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya.

RRI.CO.ID, Wamena - Yopi Karoba tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Sambil tersenyum lebar, warga Musiaima, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya ini memandangi jalan di depan pemukimannya yang kini rata dan kokoh.

Bagi Yopi dan warga lainnya di kompleks Musiaima yang bermukim di sana, jalan ini adalah sebuah kemewahan yang dinanti bertahun-tahun. Dulu, setiap kali hujan turun, wilayah mereka berubah menjadi kubangan lumpur. Akses mobilitas terganggu, dan aktivitas ekonomi warga tersendat.

"Dulunya jalan ini becek sekali. Tapi Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Bapak Gubernur melalui Dinas PUPR, sudah membantu kami. Kami menyampaikan terima kasih," ujar Yopi tulus saat ditemui Selasa (04/08/26) di Musiaima.

Mengubah Wajah Ibu Kota Lewat 141 Paket Jalan

Jalan padat karya di Komplek Musaima Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya yang dibangun oleh PUPR Pemprov Papua Pegunungan (RRI/Ronny)

Kisah perubahan di Musiaima hanyalah satu dari ratusan titik pembenahan yang telah dikerjakan di jantung Provinsi Papua Pegunungan. Di bawah visi-misi pembangunan Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol, Kota Wamena sedang dibenahi untuk menegaskan posisinya sebagai ibu kota provinsi.

Tidak tanggung-tanggung, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Bidang Bina Marga telah menuntaskan 141 paket ruas jalan padat karya untuk tahun anggaran 2025.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Papua Pegunungan, Wermus Wenda, S.T., menegaskan bahwa fokus pembangunan ini memang sengaja diarahkan ke dalam Kota Wamena.

"Kami bangun di dalam Kota Wamena karena kami mau merubah wajah kota ini sebagai Ibu Kota Provinsi. Ini juga untuk mendukung penuh visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam melakukan pemerataan pembangunan," kata Wermus saat meninjau langsung hasil pekerjaan jalan sepanjang 800 meter di Musiaima.

Berdayakan Anak Daerah Melalui Dana Otsus

Ada satu nilai krusial di balik masifnya proyek infrastruktur ini yakni pemberdayaan total terhadap pengusaha lokal.

Seluruh dari 141 paket pekerjaan padat karya tersebut tidak diserahkan ke kontraktor luar, melainkan dikerjakan sepenuhnya oleh Kontraktor Orang Asli Papua (OAP). Proyek ini dibiayai menggunakan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) Otsus Papua tahun anggaran 2025.

"Kami libatkan anak daerah. Ada 141 lebih anak daerah yang bekerja di proyek padat karya ini," jelas Wermus bangga. Langkah ini tidak hanya membangun fisik kota, tetapi juga memutar roda perekonomian dan membuka lapangan kerja langsung bagi masyarakat lokal Papua.

Menanggapi berbagai kritik miring di media sosial mengenai lambatnya pembangunan, Wermus menjawabnya dengan santai namun tegas. Menurutnya, infrastruktur yang sudah berdiri dan dirasakan manfaatnya oleh warga adalah pembuktian terbaik.

"Jadi saya pertegas lagi untuk oknum di luar sana yang berkoar pembangunan tidak jalan, mari turun kita lihat sama-sama. Ini buktinya di Kota Wamena. Mari kita bicara data dan realita di lapangan," cetusnya.

Harapan yang Terus Berlanjut

Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Wermus Wenda, S.T., saat meninjau jalan padat karya yang dibangun di Muiaima Wamena (RRI/Ronny)

Bagi warga seperti Yopi Karoba, kelancaran jalan sepanjang hampir satu kilometer di wilayahnya barulah awal dari mimpi besar. Jalur transportasi yang kini bebas lumpur membuat warga bangga dan makin bersemangat beraktivitas.

Namun, ia juga menyelipkan harapan agar pembangunan tidak berhenti di sini. "Kami bangga karena akses jalan kita ini sudah lancar dan tidak lumpur lagi. Tapi masih ada sisa beberapa kilometer ke depan yang belum (dikerjakan). Kami harap pemerintah bisa bantu tuntaskan lagi," harap Yopi.

Aspirasi warga tersebut tampaknya akan segera terjawab. Dinas PUPR Papua Pegunungan memastikan bahwa komitmen pembangunan jalan tidak berhenti di tahun 2025. Pada tahun anggaran 2026 ini, program serupa dijadwalkan akan diperluas ke beberapa kabupaten lain di wilayah Papua Pegunungan demi konektivitas yang lebih merata.

Wamena kini sedang berubah, setapak demi setapak, langsung dari tangan anak-anak daerahnya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....