Kepala Suku dan Tokoh Agama Jayawijaya Komit Jaga Kondusifitas dan Keutuhan NKRI

  • 30 Jun 2026 16:03 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Dalam upaya memperkuat kedamaian dan stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI di wilayah Papua Pegunungan, sejumlah tokoh penting di Kabupaten Jayawijaya dan Papua Pegunungan menggelar pertemuan di Kantor Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya, Selasa (30/06/26).

Rilis yang diterima media ini menyebutkan, kegiatan itu dihadiri para kepala suku dan tokoh agama serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat Provinsi dan Kabupaten. Sedikitnya 40 kepala suku dan 40 tokoh agama hadir dalam pertemuan tersebut.

Forum ini mempertemukan para para tokoh penting guna menyamakan persepsi mengenai peran krusial mereka dalam menjaga kondusifitas wilayah. Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Pendeta Yotenus Kobak.

Memasuki agenda utama, diskusi interaktif digelar untuk membahas kolaborasi nyata antara otoritas adat dan tokoh religius. Ketua LMA Jayawijaya, Herman Doga, menekankan betapa besarnya pengaruh kedua unsur tokoh ini (adat dan agama) di tengah masyarakat.

"Kita semua tahu bahwa di tanah Jayawijaya ini, masyarakat adat dan jemaat gereja adalah orang yang sama. Mereka mendengarkan suara kepala suku, dan mereka juga tunduk pada firman yang dibawa oleh tokoh agama. Oleh karena itu, peran kita berdua sangat krusial dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif," ujar Herman Doga.

Para tokoh yang hadir pada pertemuan di kantor LMA Jayawijaya (RRI/Dok. LMA)

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berada dalam satu frekuensi yang sama demi membentengi masyarakat dari provokasi negatif yang dapat memecah belah. Herman berharap bimbingan rohani terus ditingkatkan agar masyarakat tidak hanya aman secara sosial, tetapi juga aktif menjaga keamanan serta kedaulatan NKRI di tanah Papua.

"Jika tokoh agama dan kepala suku berjalan beriringan, menyuarakan pesan damai yang sama, maka wilayah Jayawijaya akan tetap kokoh, aman, dan kondusif dari gangguan apapun," Kata Herman Doga, Ketua LMA Jayawijaya.

Bak gayung bersambut, para tokoh agama yang hadir memberikan tanggapan positif dan menyatakan kesiapan penuh. Beberapa poin penting yang ditegaskan oleh perwakilan tokoh agama antara lain, lembaga keagamaan dan gereja siap berdiri sebagai mitra strategis adat untuk menangkal segala bentuk provokasi.

Menegaskan kembali bahwa ajaran agama selalu sejalan dengan prinsip kedamaian dan ketertiban negara. Sebagai aksi nayata, tokoh agama berkomitmen untuk menjalin kerja sama konkret di lapangan bersama para kepala suku demi mengawal ketertiban warga.

Sebagai penutup momentum bersejarah ini, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian diakhiri dengan pembacaan Deklarasi Pernyataan Sikap oleh Kepala Suku dan Tokoh Agama yang berkomitmen penuh untuk saling menopang dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Jayawijaya.

Pertemuan ini menjadi langkah preventif yang sangat berharga. Melalui pendekatan ganda—yakni hukum adat dan nilai keagamaan—diharapkan pemahaman yang telah terbangun ini dapat langsung diimplementasikan oleh para tokoh dalam mengendalikan serta mengedukasi masyarakat adat sekaligus jemaat gereja di wilayah Provinsi Papua Pegunungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....