Bupati Atenius Murip Cek Langsung Data Guru Honorer, Temukan Banyak Kejanggalan

  • 08 Jul 2026 02:17 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengadakan audiensi verifikasi data guru honorer untuk memastikan keaktifan dan validitas sebelum usulan ke pemerintah pusat.
  • Verifikasi menemukan beberapa nama guru honorer yang sudah meninggal, pindah ke daerah lain, atau tidak lagi mengajar di sekolah asalnya.
  • Bupati menekankan pentingnya guru honorer dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan masa depan generasi Jayawijaya.
  • Dinas Pendidikan diminta segera menindaklanjuti temuan untuk memperbaiki basis data dan menataan tenaga pendidik secara akurat.

RRI.CO.ID, Wamena — Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, menghadiri audiensi bersama para guru honorer di Kabupaten Jayawijaya yang digelar di Aula Sasan Wio, Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (7/7/2026). Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan keaktifan para guru honorer sekaligus memverifikasi langsung data tenaga pendidik di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.

Dalam audiensi itu, Bupati Atenius Murip memanggil dan mengecek satu per satu para guru honorer yang selama ini mengajar di wilayah Jayawijaya. Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan jajaran terkait untuk mencocokkan data kehadiran, masa kerja, serta status aktif para guru di sekolah masing-masing.

“Tujuan kami hari ini adalah memastikan guru-guru honorer kita benar-benar ada, aktif mengajar, dan masih bertugas di sekolah tempat mereka terdata. Karena itu saya minta dicek satu per satu, berapa lama mereka mengajar, apakah masih aktif, sakit, sudah pindah, atau bahkan ada yang sudah meninggal,” ujar Bupati Atenius Murip.

Dari hasil pengecekan tersebut, Pemkab Jayawijaya menemukan sejumlah persoalan dalam data guru honorer. Beberapa nama yang masih tercatat ternyata sudah meninggal dunia, ada yang telah pindah ke daerah lain, dan ada pula yang tidak lagi mengajar di sekolah asalnya.

Bupati menyebut, temuan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar data tenaga honorer benar-benar valid sebelum diusulkan ke pemerintah pusat, khususnya dalam proses pendataan untuk skema pengangkatan seperti K2, K3, maupun kebijakan kepegawaian lainnya.

“Jangan sampai data dikirim ke pusat, tetapi ternyata orangnya sudah meninggal atau sudah tidak lagi mengajar. Tadi kami menemukan ada beberapa nama yang kondisinya seperti itu. Karena itu, verifikasi seperti ini sangat penting,” katanya.

Menurut Atenius, langkah verifikasi tersebut juga merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para guru honorer yang selama ini tetap setia mengabdi di tengah berbagai keterbatasan. Dalam audiensi itu, ditemukan pula sejumlah guru honorer yang telah mengajar sejak 2008, 2016, dan 2017 dengan kondisi kesejahteraan yang masih terbatas.

Ia menegaskan, keberadaan guru honorer sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan di Jayawijaya, terutama untuk memastikan anak-anak di seluruh wilayah tetap mendapatkan pelayanan belajar-mengajar secara maksimal, baik dari guru ASN, guru honorer OAP, maupun tenaga kontrak lainnya.

“Pendidikan harus tetap berjalan. Anak-anak kita harus tetap belajar dan diajar. Karena itu, tenaga honorer ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka punya peran besar untuk menjaga masa depan generasi Jayawijaya,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya komitmen seluruh tenaga pendidik untuk tetap setia menjalankan tugas pengabdian di dunia pendidikan. Ia menilai, jika tenaga pengajar tidak lagi bertahan, maka dampaknya akan sangat besar terhadap masa depan daerah.

“Kalau guru-guru tidak ada lagi yang mengajar, kita bisa bayangkan seperti apa Jayawijaya ke depan. Generasi kita bisa hilang. Karena itu saya menilai pertemuan hari ini sangat penting dan sangat berharga,” ujarnya.

Atenius berharap, melalui evaluasi dan verifikasi langsung seperti ini, Dinas Pendidikan Jayawijaya dapat segera menindaklanjuti seluruh temuan di lapangan, memperbaiki basis data guru honorer, serta menyusun langkah penataan tenaga pendidik secara lebih akurat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berkomitmen untuk terus memperbaiki sektor pendidikan agar kualitas layanan semakin baik dari waktu ke waktu.

“Sesuai motto kita, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki pelayanan pendidikan di Jayawijaya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....