Aksi Saling Serang Warga Distrik Karu di Wamena Dipicu Pencairan Dana Desa
- 28 Feb 2026 00:41 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Aksi saling serang antarwarga Distrik Karu, Kabupaten Lanny Jaya, terjadi di Jalan Trikora, Wamena, tepatnya di depan Bank Mandiri Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIT.
Kericuhan dipicu persoalan pencairan Dana Desa Tahap II Tahun 2025 serta polemik pergantian bendahara di empat kampung di Distrik Karu.
Dua kelompok yang terlibat bentrok masing-masing dipimpin oleh Mandius Kogoya, mantan Kepala Distrik Karu sekaligus bendahara lama, dengan dukungan sekitar 150 orang massa, dan Metinus Kogoya selaku bendahara baru dengan jumlah massa yang hampir sama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan bermula saat kedua kelompok berada di lokasi berbeda. Massa dari pihak Mandius Kogoya berada di depan Lapas Kelas II B Wamena, sementara massa Metinus Kogoya berada di kawasan Olala, Jalan Hom-Hom.
Rencana pencairan dana desa yang dijadwalkan berlangsung hari itu membuat massa kedua pihak bergerak dan berkumpul di sekitar Terminal Tolikara, Jalan Trikora.
Namun, situasi memanas ketika Mandius Kogoya bersama satu unit kendaraan roda empat datang dari arah Lapas menuju Jalan Trikora dan diduga melepaskan anak panah ke arah kelompok Metinus Kogoya. Serangan tersebut memicu aksi saling balas menggunakan batu dan alat perang tradisional.
Personel Polres Jayawijaya dan Polres Lanny Jaya yang dipimpin Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.I.K., segera turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Aparat membubarkan massa dengan tembakan gas air mata.
Sekitar pukul 16.12 WIT, aparat keamanan berhasil meredam bentrokan. Massa dari pihak Mandius Kogoya mundur kembali ke depan Lapas Wamena di Jalan Hom-Hom.
Setelah situasi terkendali, Kapolres Jayawijaya memberikan imbauan kamtibmas kepada kedua belah pihak agar menahan diri dan tidak kembali terprovokasi.
Dalam pertemuan tersebut, Mandius Kogoya menyatakan kesediaannya untuk mengikuti mediasi terkait pergantian empat bendahara kampung dan pencairan Dana Desa Tahap II Tahun 2025. Ia juga meminta agar proses mediasi difasilitasi oleh Polres Jayawijaya.
Pihak Mandius mengakui adanya permasalahan di empat kampung yang seharusnya dimediasi terlebih dahulu. Namun, mereka menilai Kepala Distrik Karu, Armin Yikwa, tetap memaksakan pencairan dana dilakukan hari itu, sehingga memicu ketegangan.
Sementara itu, Kapolres Jayawijaya juga memberikan imbauan kepada massa Metinus Kogoya agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan. Massa kemudian dikawal aparat kembali ke Kompleks Olala melalui Jalan Trikora, Jalan Patimura, Jalan SD Percobaan, dan Jalan Muai.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Wamena dilaporkan telah kondusif dan aparat keamanan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan.