Trenggiling dan Spesies Eksotis Punah Akibat Perdagangan Ilegal
- 07 Feb 2026 22:18 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, WAMENA – Data terbaru dari laporan World Wildlife Crime Report 2024 yang dirilis oleh UNODC, bersama dengan laporan TRAFFIC dan CITES, mengungkap tabir krisis perburuan dan perdagangan satwa liar ilegal yang semakin memprihatinkan di tingkat global.
Angka penyitaan yang melonjak menunjukkan bahwa aktivitas kriminal ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sebuah industri gelap terorganisir lintas negara yang sedang menghancurkan ekosistem secara masif.
Laporan tersebut menempatkan trenggiling sebagai korban terbesar dalam perdagangan satwa ilegal. Lebih dari 1 juta individu trenggiling telah diperdagangkan dalam satu dekade terakhir.

Permintaan yang tinggi ini didorong oleh mitos yang tidak berdasar mengenai khasiat obat tradisional dari sisik mereka, serta gengsi sosial yang melekat pada konsumsi daging trenggiling. Perburuan intensif ini telah mendorong beberapa spesies trenggiling ke ambang kepunahan.
Selain trenggiling, kekejaman terhadap satwa liar terjadi dalam skala besar di berbagai penjuru dunia:
- Reptil dan Burung: Ratusan ribu burung eksotis, penyu, kura-kura, dan reptil disedot langsung dari habitat alaminya untuk memenuhi permintaan pasar hewan peliharaan eksotis dan konsumsi ilegal.
- Mamalia Besar: Puluhan ribu gajah dan ribuan badak terus dibantai demi mendapatkan gading dan cula, yang kemudian berakhir sebagai perhiasan mewah atau alat investasi gelap.
Perdagangan satwa liar saat ini dijalankan oleh jaringan kriminal terorganisir yang canggih. Jaringan ini memanfaatkan kelemahan hukum dan korupsi untuk memindahkan satwa ilegal melintasi batas negara.
"Selama masih ada permintaan, pasar gelap akan terus hidup dan alam yang membayar harganya," kutip laporan tersebut. Dampak jangka panjang dari hilangnya spesies-spesies ini tidak hanya mengganggu keseimbangan ekosistem, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati dunia.
Upaya penegakan hukum yang lebih kuat dan kampanye pengurangan permintaan secara drastis mutlak diperlukan untuk menghentikan laju kehancuran ini.