Lagi! Bentrok Antar Warga Terjadi di Jayawijaya
- 25 Jul 2025 19:06 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Situasi keamanan di Kabupaten Jayawijaya, Papua pegunungan kembali memanas setelah aksi pembakaran honai yang terjadi di Kampung Ketimafit, Distrik Wouma, pada Rabu (23/7/2024). Insiden tersebut diduga dipicu oleh ketegangan akibat hilangnya seorang warga bernama Punika Wenda, yang belum ditemukan sejak 20 Juli 2025.
Bentrok terbaru terjadi pada Jumat (25/7/2025) di jembatan gantung penghubung Distrik Wesaput dan Kampung Minimo, Distrik Maima. Dua kelompok warga terlibat saling serang menggunakan panah, batu, dan katapel. Kepolisian dari Polres Jayawijaya segera turun tangan untuk mengamankan lokasi dan melerai massa.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, sempat mendatangi lokasi bentrok. Namun, warga tidak mengizinkannya memasuki area konflik, sehingga ia hanya bisa menemui keluarga Punika Wenda di tempat aman.P
“Kami minta agar aksi-aksi seperti ini dihentikan. Jangan sampai jatuh korban jiwa. Tokoh-tokoh masyarakat diharapkan mampu mengendalikan massa masing-masing,” ujar Wagub Ones Pahabol saat berada di Distrik Wesaput.
Pahabol, yang juga merupakan mantan Bupati Yahukimo dua periode, turut meminta pihak kepolisian untuk aktif menjadi penengah antara kedua kelompok.
“Pemerintah tidak ingin ada korban dari masyarakat. Aksi saling serang ini harus segera dihentikan dan dicarikan jalan keluar yang damai,” tegasnya.
Sementara itu, Wakapolres Jayawijaya Kompol I Wayan Laba menyampaikan bahwa bentrok tersebut merupakan lanjutan dari ketegangan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa keluarga Punika Wenda melakukan pembakaran honai karena mencurigai lokasi penjualan minuman keras sebagai penyebab hilangnya Punika.
“Masalah ini berawal dari hilangnya Punika Wenda sejak 20 Juli lalu. Hingga kini belum ada titik terang, dan itu memicu kemarahan keluarga hingga terjadi pembakaran dan bentrokan kembali,” jelas Kompol Wayan.
Situasi masih terus dipantau oleh aparat keamanan di lapangan. Pemerintah dan tokoh masyarakat diharapkan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....