Akhiri Ketegangan Pemerintah Bangun Pendekatan Dengan Pewaris Mukoko

  • 22 Jul 2026 09:25 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Untuk mengakhiri ketegangan dan gesekan sosial yang masih terus terjadi di wilayah Wouma dan sekitarnya serta adanya perang narasi di media sosial pasca konflik bulan Mei lalu di Wamena. Pemerintah diminta untuk bangun pendekatan dengan pemilik ulayat dan pewaris suku Mukoko maupun pewaris tanah Wouma.

Saran tersebut disampaikan ketua Analisis Papua Strategis (APS) Papua Pegunungan Sonni Lokobal. Menurutnya dengan cara pendekatan adat, pemerintah bisa cari solusi bersama terkait ketegangan pasca konflik yang masih saja menghantui masyarakat kota Wamena.

“Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mengidentifikasi persoalan ini dengan pendekatan – pendekatan kepada kepala – kepala suku yang memiliki wilayah Wamena ini, dalam hal ini teman – teman kami yang punya suku Mukoko, Hugulama atau suku Huwikiak yang ada di Wamena kita perlu duduk bersama sehingga kita bisa tahu bagaimana kita selesaikan dengan seruan damai” Katanya di Wamena, Selasa (21/07/2026).

Setelah duduk dengan tua – tua adat selanjutnya lakukan identifikasi tentang awal mula konflik Mei di Wamena terjadi, selanjutnya lakukan evaluasi proses penyelesaian secara hukum adat maupun hukum positif, termasuk mediasi Pemda pada 23 mei lalu ditinjau ulang.

“Yang berikut saya mau sampaikan bahwa seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya ini memiliki tanggungjawab yang sama, kita perlu benahi apa yang menjadi pemicu utama dan itu perlu kita mengawal dengan berbagai keterwakilan dan pendapat – pendapat dalam musyawarah yang difasilitasi oleh pemerintah mesti melihat masalah ini secara budaya” Saran Sonni.

Dua bulan setelah mediasi konflik yang dilakukan Pemda bersama Wamendagri Ribka Haluk pada 23 Mei lalu, situasi keamanan kota Wamena, khususnya di Wilayah Wouma dan sekitarnya belum benar- benar pulih. Gesekan sosial dan saling klaim wilayah Wouma masih saja terjadi.

Pada 18 Juli lalu, sebuah video berisi permintaan kosongkan wilayah Wouma beredar cukup luas di media sosial. "Sama-sama bubar begitu. Jadi di situ akan jadi tempat perang begitu, dari muara sampai Logonowa (Wouma bawah sampai Wouma atas) itu tempat perang," ujar pria tersebut dalam rekaman video.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....