Guru Olahraga: Motor Penggerak Atlet Masa Depan Papua Pegunungan
- 20 Feb 2026 13:21 WIB
- Wamena
Kegiatan penyegaran guru diharapkan jadi awal revolusi gerak olahraga provinsi baru
RRI.CO.ID, Wamena - Guru olahraga di seluruh satuan pendidikan di wilayah Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan diharapkan menjadi ujung tombak dalam melahirkan atlet berprestasi. Peran mereka dianggap krusial karena lebih mengenal secara langsung bakat dan potensi yang dimiliki setiap anak didik.
Harapan ini disampaikan Ketua Binpres KONI Provinsi Papua, Prof. Dr. Saharuddin Ita, M.Kes,AIFO., setelah menyampaikan materi pada kegiatan Penyegaran Guru Olahraga yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Papua Pegunungan di Wamena, Jumat (20/02/2026).
“Guru olahraga berada di garis depan, mereka yang tahu persis anak mana yang berbakat dan berpotensi untuk menjadi atlet Papua Pegunungan masa depan,” ujar Profesor usai kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan penyegaran ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah revolusi gerak untuk memberdayakan anak-anak melalui jalur pendidikan. Sasaran utama adalah mengantarkan siswa berprestasi untuk mengikuti seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
“Setelah melalui POPDA, hasilnya akan kami persiapkan untuk PRAPOPNAS. Pasalnya, Papua Pegunungan kini sudah berdiri sebagai provinsi sendiri, jadi perlu membangun fondasi olahraga yang kuat dari sekarang untuk masa depan,” jelas Prof. Saharuddin.
Besar harapannya, kedepan Papua Pegunungan tidak hanya menjadi pemain utama di peta olahraga Tanah Papua, melainkan juga menjadi kiblat olahraga se-Indonesia. “Itu bukan impian semata, tapi target yang bisa tercapai jika kerja sama semua pihak berjalan dengan baik,” tambahnya.
Tidak Hanya Teori, Tapi Juga Bentuk Klub Olahraga
Plt. Kepala Dispora Papua Pegunungan, Timotius Matuan, S.Pd., M.Pd., menambahkan, melalui kegiatan ini guru olahraga diharapkan tidak hanya fokus pada pengajaran teori di kelas. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu membentuk klub olahraga di masing-masing sekolah.
“Kami akan melakukan pendataan ke sekolah-sekolah untuk melihat potensi anak-anak berbakat. Mereka akan kami siapkan untuk mengikuti Kejurnas, POPNAS, atau even nasional lainnya,” katanya.
Timotius mengungkapkan, tahun ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah memberikan kuota dua cabang olahraga untuk Papua Pegunungan pada ajang POPNAS. Seleksi calon atlet akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Papua Pegunungan memiliki talenta olahraga yang luar biasa. Hanya perlu dukungan dan wadah yang tepat untuk mengangkat mereka ke kancah nasional bahkan internasional,” pungkasnya (*).