Sosok Segudang Pengalaman yang Hengkang dari Dinkes Jayawijaya
- 27 Jan 2026 21:51 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena: Lesman Tabuni, SKM,. MM, salah seorang tokoh kesehatan di tanah Papua yang sempat ditunjuk sebagai pelaksana tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya Oleh Bupati Athenius Murip, namun hanya 8 bulan jabatan itu diemban dan ia Kembali ke tempat asalnya di Dinkes Papua.
Persisnya Lesman menjabat dari tanggal 2 mei hingga 31 desember 2025, tapi Ia berhasil mencatat prestasi gemilang dalam penyerapan anggaran di Dinkes Jayawijaya yakni 96,14% dari total pagu Rp 166. 014.157.946,00 atau terserap Rp 159.611.644.217,00 dan SILPA Rp 6.402.493.733 untuk gaji dan TPP ASN tahun 2026 selama 3 bulan.
Capaian ini merupakan angka yang meningkat signifikan jika di bandingkan 3 tahun sebelumnya yakni tahun 2022 82%, tahun 2023 65,2% dan tahun 2024 77,3% sedangkan di tahun 2025 di bawa kepemimpinan Lesman Tabuni penyerapan hampir mencapai 100 persen yakni 96,14%.
Tentu saja tidaklah muda untuk menggapai prestasi penyerapan anggaran seperti Lesman Tabuni, butuh pengalaman yang kuat dan mendalam, jam terbang yang tinggi, manajemen yang kuat serta catatan prestasi dan pengalaman yang panjang.
Fokus tulisan ini tentang capaian realisasi anggaran. Tidak termasuk capaian layanan di lapangan dan manajemen lainnya, karena 8 bulan menjabat PLT adalah waktu yang singkat untuk mengukur capaian lainnya di Dinas Kesehatan Jayawijaya yang tentu saja punya kompleksitas masalah dan dinamikanya.
Lesman Tabuni sendiri pernah mengaku jika ia diragukan akan kelola anggaran di Dinas kesehatan Jayawijaya. DPRK Jayawijaya prediksi bahwa Dinkes Jayawijaya bakal terjadi SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) yang besar. Akan tetapi kenyataan berkata lain, penyerapan hampir 100 persen. Lantas, siapa sosok Lesman Tabuni, SKM, MM?
Catatan Pengalaman Dunia Kesehatan
Pria kelahiran kampung Algonik 3 juli 1969 itu mulai meniti karir di Puskesmas Asologaima pada tahun 1993 – 1997, kemudian pada 1997 – 2000, Tabuni yang masih muda dan energik mendapat rekomendasi Pemda Jayawijaya melalui Dinkes untuk mengikuti pendidikan tugas belajar di FKM UNCEN.
Setelah tamat pendidikan S1 dengan gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), Lesman Tabuni adalah salah satu putra terbaik pertama orang pegunungan asal Wamena yang mendapat kesempatan untuk mutasi ke Provinsi Irian Jaya di masa kepemimpinan Gubernur Barnabas Suebu dan Alex Hesegem.
Berkat kepiawaian dan keseriusan dalam dunia kerja di bidang kesehatan, jalan karier bagi Lesman Tabuni selalu terbuka, setahun berselang, tahun 2021 - 2022 Lesman Tabuni, dipercayakan sebagai tenaga Master of Trainer (MOT) di Balai Latihan Tenaga Kesehatan Abepura (BAPELKES).
Tak lama berselang, tahun 2003 ia dimandatkan menjadi tenaga mentor (Pelatih) tentang Manajemen Puskesmas, Penilaian Kinerja Puskesmas dan Pelatih Pengembangan Desa Siaga di Bidang Yankes Seksi Primer pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Posisi ini Ia mengabdi selama 8 tahun (2003 – 2010).
Pada tahun 2011 – 2014, putra lembah baliem Wamena ini dimutasi ke Dinas Kesehatan Kota Jayapura sebagai Kepala Bidang JAMSARKES (Jaminan Sarana Kesehatan). 3 tahun mengabdi telah melakukan banyak perombakan termasuk Puskesmas Twano PTC Entrop, PUSTU Kampung Tobati, Enggros dan lainnya.
Karier Lesman Tabuni terus melejit, tahun 2014 – 2021 di bawa kepemimpinan Gubernur Alm. Lukas Enembe, Ia dimutasi ke Kabid SDM Kesehatan di Dinkes Provinsi Papua. Ia bertugas mengelola SDM, obat-obatan dan alat-alat kesehatan untuk RS dan Puskesmas pada 29 Kabupaten/Kota Provinsi Papua.
“Di sini mencatat gebrakan kebijakan yang kelak jadi pengalaman berharga yakni, sebanyak 1.800 orang putra putri Papua dan non Papua ikut formasi 2018-2019 untuk CPNS khusus sarjana kesehatan lolos TANPA STR” Kata Lesman Tabuni dalam sebuah kesempatan.
Tahun 2021 - 2023 dapat tugas diperbantukan (penugasan khusus) sebagai Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo selama 3 tahun. “berjuang di Pusat dan berikan kontribusi besar atau sumbang 20 Puskesmas, Distrik Tanpa Puskesmas, Merapikan Administrasi, Organisasi Birokrasi dan manajemen tata kelola keuangan”.
Waktu terus berlalu, Lesman Tabuni terus mencatat prestasinya di berbagai bidang pada birokrasi kesehatan di Tanah Papua, pada tahun 2023 – 2024, Lesman kembali diangkat sebagai Staf Khusus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua selama 1 tahun 8 bulan.
Pengalaman Internasional
Tak hanya itu, sosok Lesman Tabuni juga punya rekam jejak goo internasional, diantaranya pada 2013, Tabuni pernah Studi di Kampus Melbourne Australia University tentang gaya kepemimpinan otoriter atau Karismatik selama 3 bulan, Praktek lapangan di Alice Springs bersama orang Aborigin, lalu Persentase di Darwin. Study Tour di Malaysia, Singapura, Mesir, Israel, Jordania selama 1 bulan dan Studi banding di Afrika Selatan Uganda dan Rwanda selama 1 bulan.
Mengapa Jabatan PLT Kadinkes Jayawijaya Tidak dilanjutkan Hingga Definitif?
Jika merujuk segudang pengalaman di atas, Lesman Tabuni, SKM, MM.,tentu sosok yang tak diragukan lagi, Ia memiliki sepak terjang yang baik, juga jam terbang yang tinggi di birokrasi kesehatan hingga goo internasional dan tentu punya jaringan dan koneksi yang kuat dalam birokrasi kesehatan. Harusnya Lesman layak ikut dalam lelang jabatan. Tapi kenapa ia hengkang dari Dinkes Jayawijaya? Bukankah untuk memajukan daerah ini kita butuh orang teruji dalam dunia kerja?
Untuk menjawab pertanyaan ini, akan dimulai dengan cerita awal mula, tentang bagaimana Lesman Tabuni bisa terlibat dalam merumuskan program kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya terpilih yakni Athenius Murip dan Ronny Elopere. Lesman Tabuni bilang, awalnya Bupati minta dirinya untuk ikut terlibat dalam penyusunan program kerja.
“Hari senin tanggal 10 Februari 2025, sesuai permohonan oleh Bupati terpilih Bapak Atenuasi Murip. Saya salah satu dipercayakan untuk menyusun Program 100 Hari Kerja bersama tim 14 yang diketuai Bapak Paskalis Kossay, S.Pd. MM selama 3 bulan” kata Lesman.
Setelah terlibat penyusunan program 100 hari kerja, pada 2 mei 2025, Lesman Tabuni, SKM, MM., ditunjuk oleh Bupati Jayawijaya, Athenius Murip sebagai Plt. Kadinkes Jayawijaya. 8 bulan sebagai Plt. Kadinkes, Lesman mengakui banyak tantangan dan tekanan yang dihadapinya.
“Baru saja dipercayakan untuk merangkai sejumlah masalah kesehatan di daerah ini, sudah menghadapi tantangan dan tekanan sangat dasyat oleh berbagai pihak, tim sukses bahkan Bupati sendiri yang memohon untuk Lesman bantu/tangani masalah Kesehatan di daerah ini tapi Bupati sendiri yang menolak oleh karena apa masalahnya, sampai saat ini Lesman sendiri bingung salah apa?” Tanya Lesman.
Lesman Tabuni Terima Surat Pemberhentian dari Bupati
Lebih jauh Lesman Tabuni mengakui, Ia baru menerima surat pemberhentian jabatan Plt. Kadinkes dari Bupati Jayawijaya Athenius Murip pada senin 26 januari 2026. Katanya surat tersebut menjadi dasar untuk ia kembali bertugas pada jabatan sebelumnya di Dinkes Provinsi Papua.
“Baru kemarin saya terima, tadi baru masuk kantor untuk lapor diri, bawa surat pemberhentian dari Bupati (Jayawijaya) itu, saya sudah kasih ke kepala dinas, sekretaris, Kasubag keuangan, kepegawaian dan saya diaktifkan kembali di sini, besok pagi jam 7 sudah masuk kantor saya absen di sini” Ucapnya.
Lesman diberhentikan dengan surat keputusan Bupati Jayawijaya nomor 821.2/3872/2025, tertanggal 31 desember 2025, tentang pemberhentian dari jabatan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya. Pemberhentian tersebut terhitung mulai tanggal 5 januari 2026. Dengan demikian, hingga tulisan ini diterbitkan jabatan Kadinkes Jayawijaya belum terisi(*).