Festival UMKM 2026, Papua Pegunungan Dorong Produk Lokal Go Internasiona

  • 14 Jul 2026 10:55 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Festival UMKM 2026 digelar 9-10 Juli 2026 di Halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan dengan menghadirkan ratusan pelaku UMKM dari 8 kabupaten.
  • Festival menampilkan 18 stand produk unggulan lokal meliputi kopi Arabika Pegunungan, noken, kerajinan anyaman, dan produk olahan pangan yang dipamerkan melalui fashion parade.
  • Festival merupakan implementasi Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan tahun 2025-2029 yaitu mewujudkan provinsi BERSINAR (Berdaya Saing, Religius, Sinergis, Inovatif, Nyaman, Aman dan Rahaja).

RRI.CO.ID, Wamena - Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Papua Pegunungan memadati Halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dalam pembukaan Festival UMKM 2026 menuju kolaborasi & inovasi UMKM utuk masyarakat sejahtera. Festival yang digelar selama 2 hari, (09 Juli – 10 Juli 2026) itu dibuka oleh Gubernur Papua Pegunungan yang diwakili Penjabat Sekda dan dihadiri unsur Forkopimda, OPD terkait, serta ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Mengusung tema "Kolaborasi & Inovasi", festival ini bukan hanya sekedar bazar. Panitia Juga menyiapkan 18 lebih stand yang menampilkan produk unggulan UMKM dari 8 kabupaten di Papua Pegunungan. Mulai dari kopi Arabika Pegunungan, noken, kerajinan anyaman, produk olahan pangan lokal, hingga parade produk unggulan yang dipamerkan melalui fashion oleh siswa-siswi duta pariwisata.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dr. Suryani Yigibalom, SE, M.Si mengatakan, Festival UMKM 2026 ini merupakan implementasi dari Visi Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2025-2029 yakni, mewujudkan Provinsi Papua Pegunungan BERSINAR (Berdaya Saing, Religius, Sinergis, Inovatif, Nyaman, Aman dan Rahaja).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dr. Suryani Yigibalom, SE, M.Si, saat menyampaikan laporan pada Festival UMKM Papua Pegunungan tahun 2026 (RRI/Dok. Panitia)

“Yang ditopang oleh komponen adat, gereja dan pemerintah sebagai tiga tungku untuk bersinergi mengatasi ketertinggalan, keterisolasian dan keterbelakangan (3K). Konsep bersinar ini mencerminkan Provinsi Papua Pegunungan yang unggul dalam berbagai dimensi pembangunan dan berdaya saing menggambarkan tekad untuk meningkatkan kompetifitas daerah melalui pengembangan SDM yang berkualitas, pemanfaatan secara optimal potensi SDA dan penguatan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi untuk menggambarkan kondisi masyarakat yang sejahtera, makmur dan bahagia dalam segala aspek kehidupan” Katanya.

Katanya, Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan ini dirumuskan menjadi 4 Misi besar, dari keempat misi ini terdapat dua Misi yang melekat langsung dengan tugas pokok dan fungsi dari Dinas DPMPTSP, yaitu Misi kedua terwujudnya kualitas pelayanan publik serta tata kelolah Pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.

“Misi ini berkaitan dengan Pelayanan Terpadu satu pintu, perizinan berusaha OSS dan RBA, dalam pemenuhan Standar Pelayanan publik mencakup kemudahan akses kecepatan, proses dan kepuasan masyarakat terhadap berbagai layanan” Ujar Dr. Suryani.

Menurutnya, Festival UMKM 2026 ini, pertama kali dilaksanakan pada masa kepemimpinan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, John Tabo dan Ones Pahabol. Kegiatan ini memiliki momentum penting menjelang tahun kedua kepemimpinan Gubernur dan Wakil dalam mewujudkan pembangunan ekonomi daerah.

“Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu berperan melakukan transformasi ekonomi dan peningkatan investasi daerah, sedangkan OPD lain berperan mendukung sesuai sektornya masing-masing sehingga Festival ini menjadi wadah kolaborasi dan inovatif untuk memperkuat UMKM, memperluas pasar dan menarik investasi ke Provinsi Papua Pegunungan menuju masyarakat sejehtera”. Tambah Yigibalom.

Lebih lanjut Kepala Dinas berharap, Festival UMKM 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu pintu ini kedepannya dapat memperkuat sektor UMKM, meningkatkan Investasi daerah serta mendorong hilirisasi produk ungggulan daerah melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, investor dan masyarakat (*).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....