UMKM Papua Pegunungan Dibekali Pembukuan Keuangan Berbasis Aplikasi

  • 03 Jul 2026 20:50 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan menggelar pelatihan pembukuan keuangan selama tiga hari (1-3 Juli 2026) untuk meningkatkan kapasitas manajemen finansial UMKM.
  • Kepala Dinas Alpius Yigibalom menekankan bahwa manajemen keuangan masih menjadi kendala utama bagi banyak pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha mereka.
  • Pemerintah daerah berencana membentuk Koperasi Papua Pegunungan sebagai wadah pemasaran komoditas unggulan termasuk kopi, sayuran, dan hasil peternakan lokal.
  • Pelatihan mencakup materi lengkap dari memulai usaha, pengelolaan, pemasaran produk, hingga pembukuan keuangan dengan studi kasus produk lokal seperti keripik ubi dan noken.

RRI.CO.ID, Wamena – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Papua Pegunungan, menggelar pelatihan dan pendampingan pemanfaatan sistem aplikasi pembukuan pencatatan keuangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha agar lebih tertata, mandiri, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, S.H., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kemampuan pelaku usaha, khususnya dalam aspek manajemen keuangan yang masih menjadi kendala bagi banyak UMKM. "Banyak orang memiliki keinginan membuka usaha, tetapi lemah dalam manajemen keuangan, karena itu kami fokus pada peningkatan dan pengembangan UMKM, khususnya dalam aspek keuangan," ujarnya.

Menurut Alpius, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab mendorong masyarakat agar mampu membangun usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Selain pelatihan, Alpius mengungkapkan pihaknya telah bertemu dengan Gubernur Papua Pegunungan, untuk membahas pembentukan Koperasi Papua Pegunungan sebagai wadah pemasaran hasil produksi masyarakat.

"Kami bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana. Harapan kami UMKM terus bertumbuh, meningkatkan ekonomi rumah tangga, dan peserta yang mengikuti pelatihan ini akan terus kami dampingi agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," katanya.

Dijelaskan, koperasi tersebut akan menampung berbagai komoditas unggulan daerah, seperti kopi, sayur-mayur, serta hasil peternakan, termasuk telur dari peternak lokal yang selama ini mengalami kendala pemasaran. "Melalui koperasi ini, hasil produksi mereka akan ditampung dan dikembangkan begitu pula hasil pertanian seperti wortel, kentang, kol, bunga kol, hingga kopi akan dipasarkan sesuai kebutuhan pasar, termasuk ke Kabupaten Biak," jelasnya.

Ketua Panitia, Agudina Wanimbo, mengatakan pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026, dengan melibatkan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Papua Pegunungan. Dalam sesi penyampaian materi, narasumber Samuel Pigai, menekankan pentingnya pengelolaan produk unggulan daerah sebagai strategi meningkatkan daya saing UMKM.

"Kami mengupas tuntas bagaimana memulai usaha, mengelola usaha, memasarkan produk hingga melakukan pembukuan keuangan. Contoh produk yang kami bahas antara lain keripik ubi, keripik bete, noken, aneka kue, dan berbagai potensi lokal lainnya," jelas Samuel.

Selama pelatihan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi karena materi yang diberikan dinilai relevan dengan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha. Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan berharap pelaku UMKM semakin mampu memanfaatkan teknologi pembukuan, memperkuat tata kelola usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan usaha kecil yang berdaya saing di Papua Pegunungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....