Program Rumah Subsidi Dongkrak Ekonomi Rakyat
- 27 Nov 2025 16:22 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena : Program rumah subsidi terus memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di daerah dengan kebutuhan hunian tinggi. Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan bahwa kebijakan rumah subsidi tidak hanya menyediakan akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha baru.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi terbesar dalam Program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor tercatat sebagai daerah dengan penyerapan tertinggi.
“Jawa Barat adalah yang paling besar realisasi rumah subsidi. Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor menempati posisi tertinggi. Ini bukti bahwa program perumahan benar-benar menyentuh rakyat yang membutuhkan,” ujar Maruarar di Bogor.
Menurutnya, pembangunan rumah subsidi di wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, termasuk Bogor, menjadi strategi efektif dalam mengurangi kerentanan sosial. Setiap pembangunan satu unit rumah melibatkan sekitar lima tenaga kerja serta menggerakkan berbagai sektor usaha di sekitarnya.
“Kalau 350 ribu rumah dibangun, ada sekitar 1,65 juta lapangan kerja tercipta. Rumah subsidi itu selalu melahirkan warung baru, toko bangunan, angkutan, sampai pasar lokal yang bergerak. Inilah multiplier effect yang besar bagi ekonomi rakyat,” jelasnya.
Selain membuka lapangan kerja, sektor perumahan juga mendorong tumbuhnya peluang usaha baru. Maruarar menyebut profesi broker perumahan sebagai salah satu sektor yang terus berkembang dan mampu menjadi sumber penghasilan menjanjikan.
“Saya mau bikin broker ini jadi pekerjaan yang terhormat dan bisa menghasilkan orang-orang kaya baru juga. Karena kita mau membuat lapangan pekerjaan mesti kreatif,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa realisasi rumah subsidi hingga akhir Oktober 2025 telah mencapai 205 ribu unit, dari total kuota 350 ribu unit. Ia menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses hunian sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Rumah subsidi adalah solusi komprehensif untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan ini memberi manfaat berlapis: menyediakan tempat tinggal layak, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan peluang ekonomi yang nyata bagi rakyat,” tegas Teddy.
Program rumah subsidi diproyeksikan terus menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat, seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan peluang ekonomi di berbagai daerah.