Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Desa Merah Putih
- 27 Nov 2025 16:13 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Pemerintah terus mengakselerasi pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat di tingkat desa. Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menargetkan 80 ribu KDMP dapat beroperasi penuh pada akhir 2026.
“Pembangunan fisik, gudang, gerai, serta sarana pendukung lainnya ditargetkan selesai pada Maret 2026. Kami ingin KDMP menjadi penggerak ekonomi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ferry Juliantono.
Program KDMP menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengembalikan arah ekonomi nasional pada khittah ekonomi Pancasila. Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan dengan penyediaan 40 ribu bidang tanah pada November dan meningkat menjadi 80 ribu bidang pada Desember 2025.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan infrastruktur koperasi diharapkan selesai tepat waktu. Pemerintah optimistis KDMP mampu menjadi instrumen pemerataan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat desa.
Ferry menambahkan, aset dan volume usaha koperasi diproyeksikan meningkat signifikan seiring bertambahnya partisipasi anggota.
Tak hanya sebagai lembaga ekonomi, KDMP juga disiapkan menjadi pusat layanan masyarakat dengan menyediakan sembako, apotek, klinik desa, hingga fasilitas pembiayaan dan logistik terpadu. Model bisnis yang modern dan terintegrasi diharapkan memperkokoh ketahanan ekonomi desa.
Dukungan terhadap program ini turut datang dari sektor perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat peran KDMP melalui jaringan AgenBRILink yang telah menjangkau wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa peluncuran KDMP oleh Presiden Prabowo membawa semangat besar dalam memperkuat ekonomi desa.
“Kami menghadirkan layanan keuangan yang terjangkau melalui AgenBRILink. Masyarakat dapat bertransaksi, menabung, hingga memperoleh pembiayaan usaha dengan mudah,” jelas Hery Gunardi.
Hingga September 2025, BRI memiliki lebih dari 1,2 juta AgenBRILink yang menjangkau 66.648 desa serta memfasilitasi 826 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp1.294 triliun.
Sinergi antara pemerintah dan BRI melalui KDMP diharapkan menjadi pondasi kuat bagi pemerataan ekonomi rakyat. Dengan dukungan infrastruktur desa dan akses keuangan yang inklusif, KDMP diyakini mampu menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat Indonesia.