Indonesia Cari Sumber Minyak di Luar Timur Tengah

  • 04 Mar 2026 20:23 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia mulai mencari sumber impor minyak di luar kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut berdampak pada jalur distribusi minyak global.

Ketegangan tersebut memicu gangguan di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global. Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi, termasuk bagi negara-negara Asia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah tengah mengalihkan sebagian impor minyak mentah ke negara lain seperti Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap aman.

Dikutip dari website www.indopremier.com, saat ini sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah, sebagian besar melalui jalur Selat Hormuz. Pemerintah menilai ketergantungan tersebut perlu diversifikasi sumber impor guna menghindari gangguan pasokan saat konflik.

Selain minyak mentah, Indonesia juga mencari alternatif pemasok untuk gas minyak cair atau LPG yang selama ini sebagian dipasok dari kawasan Timur Tengah. Pemerintah menyatakan langkah diversifikasi energi ini merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah juga mendorong kenaikan harga minyak global yang dapat berdampak pada ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Jika harga minyak terus meningkat, beban subsidi energi dan tekanan terhadap anggaran negara juga berpotensi meningkat.

Rekomendasi Berita