Dorong Swasembada Energi 4A Jadi Motor Pemerintah

  • 28 Nov 2025 21:48 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengakselerasi upaya mewujudkan swasembada energi nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui penerapan strategi 4A Ketahanan Energi Nasional, yang meliputi Availability, Accessibility, Affordability, dan Acceptability.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad, mengatakan implementasi 4A dilakukan dengan mendorong peningkatan produksi migas, penguatan hilirisasi, serta percepatan transisi energi berkelanjutan.

“Untuk mencapai 4A tersebut, Ditjen Migas bersama para pemangku kepentingan terus mengupayakan peningkatan lifting migas dan berbagai langkah strategis lainnya demi terwujudnya swasembada energi,” ujarnya di Jakarta.

Pengamat ekonomi bisnis, Acuviarta Kartabi, menilai kebijakan pemerintah ini menjadi momentum penting untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Ia mencatat kinerja perusahaan energi, termasuk Pertamina, menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.

“Saya optimis Pertamina mampu mewujudkan swasembada energi. Efisiensi di seluruh lini bisnis menjadi faktor kunci keberhasilan,” katanya.

Acuviarta menambahkan, penguatan distribusi dan efisiensi dalam proses pengadaan migas menjadi aspek strategis yang perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, rencana ekspansi bisnis migas Pertamina ke luar negeri juga menjadi langkah positif dalam memperkuat pasokan energi dalam negeri.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mencatat sejumlah pencapaian penting dalam mendukung target kemandirian energi nasional. Hingga Juli 2025, Pertamina membukukan produksi migas di atas satu juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Selain itu, perusahaan menemukan cadangan baru sebesar 724 juta barel setara minyak (MMBOE) di wilayah kerja Rokan.

“Pertamina mencatat temuan cadangan migas baru sebesar 724 juta MMBOE di wilayah kerja Rokan,” kata Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri.

Pertamina juga memperkuat komitmen terhadap energi bersih melalui pengembangan Pertamax Green 95 yang mengandung 5 persen bioetanol dari molase tebu. Langkah ini sejalan dengan aspek Acceptability dalam kebijakan 4A, yakni penyediaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Di sektor energi terbarukan, Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menargetkan peningkatan produksi bioetanol berkelanjutan hingga 2031. CEO Pertamina NRE, John Anis, mengatakan salah satu langkah yang ditempuh yaitu reaktivasi pabrik bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, dengan memanfaatkan molase tanpa mengganggu produksi gula nasional.

Dengan serangkaian langkah tersebut, pemerintah optimistis target swasembada energi dapat tercapai melalui sinergi kebijakan, investasi, dan akselerasi pengembangan energi ramah lingkungan.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;}

Rekomendasi Berita