Kopi Papua Mendunia, Asosiasi Petani Ajak Anak Muda Bergerak
- 27 Jul 2025 17:31 WIB
- Wamena
KBRN, Papua Pegunungan: Sektor kopi di Papua Pegunungan menunjukkan potensi besar untuk menembus pasar global. Dalam sebuah program "Kita Indonesia" persembahan RRI yang tayang 22 Juli 2025, Killion Yikwa, Ketua Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan, mengungkapkan bagaimana kopi Arabika lokal telah menarik perhatian pasar internasional, bahkan dengan permintaan mencapai 20-40 ton per minggu dari Melbourne, Australia.
Asosiasi yang didirikan pada tahun 2024 ini bertujuan untuk menjadi jembatan antara petani dan pemerintah. "Fungsi kami adalah membangun relasi dengan pemerintah agar kebutuhan petani, seperti peralatan pasca panen, dapat terpenuhi," ujar Keillion.
Meskipun berlatar belakang sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil dengan pendidikan diploma Bahasa Inggris, Killion terinspirasi untuk terjun ke dunia kopi setelah melihat dampaknya terhadap perekonomian petani lokal. Menurutnya, potensi ekspor kopi dari Papua Pegunungan sangat besar dan bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2030.
Namun, jalan menuju kesuksesan tidaklah mulus. Killion menyebutkan beberapa tantangan utama yang dihadapi petani, yaitu kurangnya fasilitas pasca panen seperti rumah penjemuran dan terpal, serta sulitnya akses jalan. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan dukungan khusus untuk memajukan komoditas kopi ini.
Tak hanya itu, Killion juga menyerukan kepada generasi muda untuk ikut serta dalam membudidayakan kopi, baik melalui pengelolaan lahan maupun membuka kedai kopi. Untuk memfasilitasi hal ini, ia mendirikan "rumah kreatif" di Wesaput yang berfungsi sebagai tempat belajar bagi calon barista serta ruang berkumpul bagi anak muda dengan bakat di bidang lain seperti musik dan melukis.
Dalam dialog Kita Indonesia Pro 2 RRI Wamena, Ia menunjukkan optimisme dan semangat gotong royong dari para petani dan penggiat kopi di Papua Pegunungan, yang berkomitmen untuk mengangkat nilai-nilai lokal dan memajukan perekonomian daerah melalui kopi.