Kabid SDM Resmi Tutup Pelatihan Pengelolaan Bos Dan Dapodik Tingkat SMP

  • 29 Agt 2026 13:52 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang menutup kegiatan peningkatan kapasitas pengelolaan Dana Operasional Sekolah (BOS) pada Jumat, 28 Agustus 2026 di Oksibil.
  • Kegiatan selama tiga hari tersebut mencakup pelatihan aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk jenjang SMP dengan melibatkan kepala sekolah, operator sekolah, dan tenaga pendidikan.
  • Pelatihan ini diikuti oleh seluruh sekolah menengah pertama di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk meningkatkan pengelolaan dana sekolah dan sistem data pendidikan.

RRI.CO.ID, Oksibil - Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan, Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang secara resmi menutup kegiatan peningkatan kapasitas pengelolaan Dana Operasional Sekolah (BOS) serta pelatihan aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tingkat SMP.

Kegiatan yang berlangsung di Oksibil selama Tiga hari tersebut ditutup pada Jumat, 28 Agustus 2026, setelah sebelumnya diikuti oleh para kepala sekolah, operator sekolah, serta tenaga pendidikan jenjang SMP di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan satuan pendidikan dalam mengelola Dana BOS secara tertib, transparan dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan melalui aplikasi Dapodik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata kelola administrasi dan penggunaan Dana BOS, serta penginputan dan pemutakhiran data sekolah, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan melalui sistem Dapodik.

Kepala bidang SMP Dinas Pendidikan kearsipan dan Perpustakaan Daerah kabupaten pegunungan bintang Raymond Mandagi, S.Sos, M.H berharap kegiatan tersebut dapat membantu para kepala sekolah maupun operator dapodik dalam menangani pengelolaan Dana Bos yang baik serta penggunaan aplikasi Arkas Dapodik,sehingga tidak terjadi keselahan maupun mendapatkan penilaian yang baik.

“Kami berharap melalui kegiatan ini para kepala sekolah dan operator dapat memahami dengan baik bagaimana pengelolaan Dana BOS yang benar, transparan dan sesuai dengan ketentuan. Demikian juga dengan Dapodik, data harus terus diperbarui dan dipastikan akurat karena menjadi dasar dalam berbagai kebijakan dan program pendidikan,"lanjutnya.

Lebihan jauh Raymond Mandagi, menekankan, peningkatan kapasitas pengelolaan BOS dan Dapodik sangat penting dalam mendukung tata kelola pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Menurutnya, pengelolaan dana pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan anggaran, tetapi juga harus didukung dengan administrasi yang baik serta data pendidikan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan oleh masing-masing sekolah di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Apa yang sudah diperoleh selama pelatihan ini jangan berhenti di sini. Kami berharap peserta dapat menerapkannya di sekolah masing-masing dan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan apabila mengalami kendala dalam pengelolaan BOS maupun Dapodik," ujarnya.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, diharapkan kapasitas pengelola pendidikan tingkat SMP semakin meningkat, sehingga pengelolaan Dana BOS menjadi lebih efektif, transparan dan akuntabel, serta data pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang semakin tertib dan akurat. (Reporter RRI Oksibil - Frengki Nalle)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....