Staf Ahli Bupati Jayawijaya Tutup Mukerda GPdI Papua Pegunungan

  • 30 Agt 2026 03:12 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Bupati Jayawijaya melalui Staf Ahli Bupati Bidang bidang kemasyarakatan dan SDM, Natalis Mumpu secara resmi menutup rangkaian Musyawarah Kerja (Mukerda) Majelis Daerah - Gereja Pantekosta di Indonesia (MD - GPdI) Papua Pegunungan, Jumat (28/08/2026) di GPdI Jemaat Elshadday Wamena.

Dalam sambutan tertulisnya Bupati Jayawijaya mengatakan, atas nama Pemda Jayawijaya menyampaikan apresiasi atas suksesnya Mukerda GPdI Papua Pegunungan kepada pengurus MD dan para pendeta serta seluruh panitia yang terlibat.

“Saya percaya bahwa kehadiran GPdI di Papua Pegunungan telah memberikan dampak nyata baik dalam pembinaan mental, spiritual umat maupun dalam mendukung keharmonisan sosial” Kata Natalis Mumpu bacakan sambutan tertulis Bupati.

Foto bersama usai penutupan Mukerda GPdI Papua Pegunungan (RRI/Ronny)

Ia mengatakan, selama 2 hari, pengurus dan para pendeta GPdI telah mencurahkan energi, waktu dan pikiran untuk melakukan evaluasi dan merumuskan program – program strategis demi pelayanan GPdI kedepan. Momen penutupan saat ini bukanlah akhir dari sebuah proses melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk melakukan hasil – hasil keputusan ini.

“Oleh karena itu saya ingin mengajak kepada keluarga besar GPdI Papua Pegunungan untuk terus berkarya tanpa henti menciptakan pola pikir dan mentalitas baru yang positif dalam berjemaat sehingga keberadaan GPdI senantiasa menjadi berkat bagi bangsa, negara dan khususnya daerah kita” Ujarnya.

Sementara itu Ketua II MD GPdI Papua Pegunungan, Pdt. Alexander Mauri menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Jayawijaya yang telah memberikan dukungan sehingga Mukerda dapat terlaksanakan dengan baik.

“Sehingga pelaksanaan Mukerda ini telah dilaksanakan dengan baik mulai dari hari pertama pembukaan sampai dengan hari ini dalam pembahasan” Ucapnya.

Ketua Panitia Mukerda, Yakobus Wuka saat menyampaikan laporan (RRI/Ronny)

Ketua Panitia Mukerda GPdI, Yakobus Wuka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut hingga penutupan. Ia mengaku, awalnya sempat meragukan karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan namun mujizat terjadi dan kegiatan pun sukses digelar.

“Saya secara manusia berfikir aduh kegiatan ini bagaimana, karena uang yang terkumpul itu sedikit tapi kekuatan api pantekosta luar biasa, saya lihat uang yang terkumpul itu 15 juta saja tapi hari ini saya mau baca (laporan) ini 80 juta 200 ribu.” Katanya.

Yakobus menyebutkan, uang sebesar itu seluruhnya bersumber sumbangan sukarela para pendeta dan umat. Katanya, panitia tidak membuat proposal untuk minta bantuan. “Kami tidak bawa proposal lagi ke pemerintah, tidak minta uang tapi ini mujizat Tuhan” Ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....