Inilah Negara-negara yang Memanfaatkan Sampah untuk Menghasilkan Energi

  • 10 Jul 2026 18:54 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Swedia adalah pemimpin global dalam teknologi Waste-to-Energy sehingga sampah mereka tidak mencukupi dan harus mengimpor dari negara tetangga seperti Norwegia, Inggris, dan Italia.
  • Jepang, Jerman, Denmark, dan Singapura juga berhasil mengolah sampah menjadi listrik dan energi panas melalui teknologi insinerasi canggih dengan sistem penyaringan emisi yang ketat.
  • Kesuksesan negara-negara ini didasarkan pada penggunaan scrubber dan filter canggih, pemilahan sampah ketat di tingkat rumah tangga, dan pemanfaatan energi termal untuk sistem pemanas distrik.

RRI.CO.ID, Wamena - Beberapa negara di dunia telah berhasil mengolah sampah menjadi energi secara masif menggunakan teknologi Waste-to-Energy (WtE). Proses ini umumnya mengubah limbah padat perkotaan menjadi listrik atau panas melalui pembakaran terkontrol (incineration) atau proses biologi. Berikut adalah daftar negara yang menjadi pionir dan paling sukses dalam memanfaatkan sampah sebagai sumber energi:

1. Swedia

Swedia adalah pemimpin global dalam pengelolaan sampah. Negara ini sangat efisien sehingga mereka justru kekurangan sampah untuk membakar pembangkit listrik mereka dan harus mengimpor sampah dari negara tetangga seperti Norwegia, Inggris, dan Italia. Hampir seluruh sampah rumah tangga di Swedia didaur ulang atau dibakar untuk menghasilkan energi yang digunakan sebagai pemanas distrik (district heating) dan listrik bagi jutaan rumah.

2. Jepang

Karena keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Jepang sangat bergantung pada teknologi insinerasi tingkat tinggi. Jepang memiliki ratusan fasilitas WtE yang tersebar di seluruh negeri. Abu hasil pembakaran sampah bahkan sering digunakan kembali dalam proyek reklamasi lahan atau pembuatan material konstruksi.

3. Jerman

Jerman menerapkan sistem pengelolaan sampah yang sangat ketat dan terintegrasi dengan transisi energi terbarukan mereka (Energiewende). Mereka menggunakan teknologi insinerasi canggih yang dilengkapi dengan sistem penyaringan emisi yang sangat ketat untuk memastikan tidak ada polusi udara berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran.

4. Denmark

Denmark adalah pelopor sistem pemanas distrik di dunia. Fasilitas seperti CopenHill di Kopenhagen menjadi ikon global karena menggabungkan pembangkit listrik tenaga sampah dengan fasilitas rekreasi (termasuk lereng ski buatan di atas atap pembangkit). Mengubah sampah menjadi energi termal yang dialirkan langsung ke rumah-rumah warga untuk penghangat ruangan, terutama saat musim dingin.

5. Singapura

Sebagai negara kepulauan yang sangat kecil, Singapura mengandalkan teknologi WtE untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan. Hampir semua sampah yang tidak bisa didaur ulang dibakar di fasilitas Waste-to-Energy. Abu hasil pembakaran kemudian dibawa ke Semakau Landfill, sebuah pulau buatan yang dirancang khusus sebagai TPA ramah lingkungan.

Mengapa Negara-Negara Ini Berhasil?

  • Mereka menggunakan scrubber dan filter canggih untuk menangkap emisi dioksin dan logam berat agar udara tetap bersih.
  • Energi yang dihasilkan tidak hanya menjadi listrik, tetapi juga energi panas (thermal) untuk sistem pemanas ruangan kota.
  • Adanya kebijakan pemilahan sampah yang sangat ketat di tingkat rumah tangga, sehingga sampah yang masuk ke fasilitas WtE memiliki nilai kalor yang optimal.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....