Kenapa Harus Disesali Pertemuan Dari Pada Perpisahan?
- 01 Mar 2026 14:38 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Biasanya orang lebih menyesali perpisahan karena rasa sakitnya instan. Namun, ada alasan filosofis dan emosional mengapa seseorang justru merasa pertemuan itulah yang layak disesali. Pertemuan adalah Akar dari Seluruh Rasa Sakit. Tanpa pertemuan, tidak akan ada narasi. Perpisahan hanyalah sebuah akhir, tetapi pertemuan adalah penyebab (sebab-akibat).
Jika pintu tidak pernah dibuka, kita tidak akan pernah tahu rasanya kehilangan apa yang ada di dalamnya. Menyesali pertemuan adalah bentuk pertahanan diri agar kita tidak perlu melewati proses emosional yang melelahkan dari awal hingga akhir.
| Baca juga: Kerja Sama Tim Yang Baik Dalam Pekerjaan |
Setelah berpisah, yang menyiksa bukanlah fakta bahwa orang itu pergi, melainkan ingatan tentang bagaimana semuanya dimulai dengan begitu indah. Ada rasa pahit saat menyadari bahwa momen yang dulu dianggap anugerah ternyata hanyalah pinjaman yang bunganya berupa rasa sedih.
Seringkali kita menyesali pertemuan karena kita merindukan versi diri kita yang dulu seseorang yang lebih polos, lebih ceria, atau belum mengenal rasa patah hati tersebut. Perpisahan mengakhiri hubungan, tapi pertemuanlah yang mengubah siapa kita. Muncul pemikiran, "Seandainya aku tidak bertemu dia, mungkin waktuku bisa kugunakan untuk hal lain atau orang lain yang lebih tepat."
| Baca juga: Apa itu Bleisure Tourism? |
Meskipun menyesali pertemuan terasa lebih logis saat sedang terluka, ingatlah bahwa pertemuan tersebut juga bagian dari "kurikulum" hidupmu. Tanpanya, mungkin kamu tidak akan sekuat atau sedewasa sekarang.
Apakah kamu merasa menyesal karena merasa pertemuan itu sia-sia, atau karena proses perpisahannya yang terlalu melelahkan untuk dihadapi? Jika kamu mau, aku bisa membantumu merangkai kata-kata untuk meluapkan perasaan ini atau sekadar berbagi perspektif lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....