Cara Praktis Merawat Pakaian Tenun

  • 10 Jan 2026 23:23 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Merawat pakaian tenun memang memerlukan sedikit perhatian ekstra karena seratnya yang alami dan pewarnanya yang seringkali berasal dari bahan organik. Berikut adalah panduan praktis untuk merawat kain tenun Anda agar tetap awet, warnanya tidak pudar, dan seratnya tidak rusak:

1. Cara Mencuci yang Aman

* Hindari Mesin Cuci, Gesekan mesin cuci dapat merusak struktur benang dan membuat motif tenun cepat berudul. Selalu cuci dengan tangan secara perlahan.

* Gunakan Sabun Lembut, Jangan gunakan deterjen biasa. Gunakan lerak (cairan khusus batik/tenun), sampo bayi, atau sabun mandi cair yang lembut. Ini penting untuk menjaga warna alami kain.

* Teknik Mencuci, Cukup celup-celupkan pakaian ke dalam air sabun. Jangan disikat dan jangan dikucek terlalu keras. Jika ada noda, usap lembut dengan jari.

* Jangan Direndam Terlalu Lama, Perendaman yang lama (lebih dari 15 menit) bisa memicu kelunturan warna atau melemahkan serat kain.

2. Proses Pengeringan

* Jangan Diperas, Memeras tenun dengan cara diputar akan mematahkan serat benang. Cukup tekan-tekan lembut untuk mengurangi air atau biarkan air menetes sendiri (drip dry).

* Hindari Sinar Matahari Langsung, Jemur di tempat yang teduh namun memiliki sirkulasi udara yang baik (diangin-anginkan saja). Sinar matahari langsung adalah musuh utama yang membuat warna tenun cepat kusam.

* Posisi Menjemur, Sebaiknya pakaian dibalik (bagian dalam di luar) saat dijemur untuk melindungi pigmen warna bagian luar.

3. Menyetrika dengan Benar

* Gunakan Suhu Rendah, Jangan menyetrika dengan suhu panas tinggi. Gunakan pengaturan untuk kain silk atau delicate.

* Gunakan Alas, Sebaiknya lapisi tenun dengan kain tipis (seperti kain katun atau belacu) di atasnya agar plat besi setrika tidak bersentuhan langsung dengan benang tenun.

* Setrika Bagian Dalam, Utamakan menyetrika dari sisi dalam pakaian untuk menjaga kilau dan tekstur motif di bagian luar.

4. Penyimpanan yang Tepat

* Digulung atau Digantung, Untuk kain lembaran, lebih baik disimpan dengan cara digulung (menggunakan pipa paralon atau karton bulat yang dilapisi kain) agar tidak ada garis lipatan permanen yang bisa memutus benang. Jika dalam bentuk baju, gunakan hanger yang empuk (berbusa).

* Hindari Kapur Barus, Zat kimia pada kapur barus dapat merusak warna. Sebagai gantinya, gunakan bahan alami seperti biji merica atau akar wangi yang dibungkus kain kecil untuk mengusir ngengat.

* Sirkulasi Udara, Sekali dalam sebulan, keluarkan tenun dari lemari dan angin-anginkan selama 15-20 menit agar tidak lembap dan berjamur.

Jika kain tenun Anda sangat eksklusif atau sudah berusia tua (kuno), pertimbangkan untuk menggunakan jasa dry cleaning profesional yang berpengalaman menangani wastra tradisional. (Mecky.K)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....