Optimalkan Kayu Sisa Banjir untuk Dukung Pemulihan
- 10 Jan 2026 21:06 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Upaya pemerintah dalam menangani dampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara terus menunjukkan hasil di lapangan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah optimalisasi pemanfaatan kayu sisa bencana, khususnya kayu gelondongan yang terbawa arus banjir dari wilayah hulu.
Kementerian Kehutanan melalui unit teknis di daerah bergerak cepat melakukan pendataan, pengamanan, serta pemanfaatan kayu sisa bencana secara terukur. Langkah ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi, legalitas, dan keberlanjutan lingkungan. Pemanfaatan kayu diarahkan untuk mendukung pembangunan hunian sementara atau huntara, tenda pengungsi, serta fasilitas darurat lainnya bagi warga terdampak.
| Baca juga: 6 Tips Mencuci Baju Putih Agar Tetap Cerah |
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Subhan, menyatakan pemanfaatan kayu sisa bencana merupakan solusi tepat dalam situasi darurat. Menurutnya, kayu gelondongan hasil bencana dimaksimalkan untuk membantu pembangunan huntara dan tenda pengungsi agar segera dapat digunakan oleh masyarakat.
Langkah serupa juga dilakukan di wilayah Sumatera Utara. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, mengatakan penanganan kayu sisa bencana terus dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinasi dengan melibatkan berbagai pihak. Ia menegaskan pentingnya pengawasan agar pemanfaatan kayu tidak disalahgunakan dan tetap sesuai ketentuan.
Sementara itu, di Sumatera Barat, pendataan kayu pascabanjir juga dilakukan sebagai upaya penguatan kebijakan ke depan. Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono, menyampaikan bahwa pendataan kayu hasil bencana menjadi dasar penting agar pemanfaatannya jelas, legal, dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah berharap optimalisasi pemanfaatan kayu sisa bencana ini dapat mempercepat proses pemulihan pascabanjir, sekaligus mengurangi pemborosan sumber daya alam serta mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam penanganan bencana
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....