Pelajar di Wamena Demo Hentikan MBG, Gratiskan Pendidikan di Papua
- 15 Sep 2026 17:28 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Ribuan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Kabupaten Jayawijaya menggelar demo damai di Kantor DPRP Papua Pegunungan di Wamena, Selasa (15/09/2026).
Agenda tuntutannya, para pelajar nyatakan menolak dan hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta gratiskan pendidikan pada semua satuan pendidikan di seluruh wilayah tanah Papua dan Indonesia umumnya. Dana MBG dialihkan ke pendidikan gratis.

“Aksi ini kami lakukan secara serentak di Papua dengan tema nasional hentikan program MBG dan memberikan pendidikan gratis di seluruh Indonesia dan khususnya di tanah Papua” Kata Sehan Kabak, Sekretaris SPWP Wilayah Lapago.
Dengan demikian salah satu poin tuntutan, pihaknya meminta pemerintah alihkan alokasi anggaran untuk MBG ke pendidikan gratis. Hentikan pembangunan dapur SPPG di seluruh Papua 6 Provinsi. Ia juga menyebut program MBG tidak memberikan dampak baik bagi siswa di Papua maupun seluruh Indonesia.
“Oleh karena itu, segerah alihkan alokasi anggaran yang bersumber dari pendidikan yang diambil untuk MBG, kembalikan ke pendidikan. Segerah selesaikan kasus keracunan MBG di seluruh Indonesia dan khususnya di Depapre Jayapura” Kata Sehan.
Selain itu para siswa juga menuntut Pemerintah dan para pihak terkait untuk segerah tetapkan bencana kejahatan atas kasus keracunan MBG yang jumlahnya 50 ribu kasus. “Segerah tetapkan 50 ribu korban keracunan MBG sebagai bencana kejahatan secara nasional seluruh Indonesia” Tegas pelajar SMA itu.
Ketua DPRP Papua Pegunungan Ikut Tolak MBG
Ketua DPRP Papua Pegunungan, Yos Elopere usai menerima aspirasi menyatakan, pihaknya atas nama lembaga DPRP juga menolak program MBG di Papua Pegunungan. Elopere menyatakan MBG adalah program nasional yang sudah gagal.
“Kalau Natalius Pigai (Menteri HAM RI) bilang memberi makan itu hak asasi manusia, maka teman – teman pelajar tolak hari ini juga hak (Hak Asasi Manusia). Sehingga demi nama itu kami lembaga DPR juga sepakat. Ini program nasional yang gagal sehingga atas nama lembaga DPR saya sepakat ikut tolak” Ujarnya.

Yos Elopere kemudian ikut menandatangani aspirasi penolakan yang disampaikan para pelajar tersebut. Oleh karena itu Ia meminta para pihak yang selama ini menjadi penerima dan fasilitator MBG di Papua Pegunungan untuk dihentikan.
“Yang mau makan adalah adik – adik pelajar tapi mereka tolak, kenapa kami pejabat terlalu ngotot harus bangun barang itu (MBG) di Papua Pegunungan. Pejabat yang ikut – ikut jadi fasilitator, kasih tempat kami sudah baku tahu semua, berhenti” Tegasnya.
Lebih lanjut ketua DPRP mengatakan, dengan adanya aspirasi pelajar, pihaknya akan membangun koordinasi dengan pihak pemerintah eksekutif untuk membahas aspirasi penolakan yang disampaikan. Ia juga minta oknum pejabat yang terus paksakan program MBG di sekolah untuk segera hentikan.
“Ada pejabat-pejabat masuk keluar di sekolah-sekolah untuk paksakan MBG itu berhenti. Sehingga hari ini aspirasi ini tanggungjawab kami DPR dan eksekutif untuk kami akan bicara soal ini, karena yang izinkan untuk bangun tempat MBG adalah eksekutif” Tegas Yos Elopere yang didampingi beberapa anggota DPRP.
Selain pelajar, aksi demo ini juga diikuti perwakilan mahasiswa, guru, tokoh agama hingga orang tua murid. Usai menyampaikan aspirasi ribuan pelajar SD, SMP, SMA/SMK dan mahasiswa itu membubarkan diri dengan aman dan tertib.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....