Bupati Lanny Jaya Tegaskan Empat Agenda Strategis Pendidikan

  • 05 Mar 2026 12:00 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Aula Kantor Bupati Kabupaten Lanny Jaya dipenuhi suasana serius saat Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd, memimpin rapat besar bersama jajaran Dinas Pendidikan, para kepala sekolah SMA/SMK, SMP, serta pengawas pendidikan dari seluruh wilayah kabupaten.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pendidikan daerah. Dalam arahannya, Bupati menegaskan empat agenda utama yang wajib menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

1. Penguatan Data Pokok Pendidikan (Dapodik )

Bupati menekankan bahwa setiap kepala sekolah harus memahami dan menguasai sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi utama jalannya sistem pendidikan, mulai dari sarana prasarana hingga ketersediaan tenaga pendidik.

“Sekolah yang kuat adalah sekolah yang datanya benar. Jangan biarkan orang luar mengatur data sekolah. Operator harus dari sekolah itu sendiri, karena dari data itulah masa depan anak-anak kita ditentukan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa ketertiban administrasi bukan sekadar kewajiban teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dalam membangun generasi masa depan.

2. Validasi Data Ujian Akhir Sekolah (UAS)

Dalam agenda kedua, Bupati menyoroti pentingnya validasi data siswa menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Ia meminta agar tidak ada satu pun siswa yang tertinggal akibat kesalahan administrasi.

Jika ditemukan kendala data, sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Tidak boleh ada anak kita yang kehilangan haknya hanya karena data salah. Setiap anak Lanny Jaya berhak ikut ujian, berhak mendapat ilmu, dan berhak bermimpi besar,” ujarnya penuh penegasan.

3. Transparansi Dana BOS

Agenda ketiga menyangkut pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bupati menegaskan bahwa penggunaan dana harus sesuai dengan aplikasi ARKAS dan dilaporkan melalui Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

“Dana BOS bukan milik pribadi, itu milik anak-anak kita. Gunakan dengan jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab. Dari dana itu, kita membangun masa depan generasi Lanny Jaya,” katanya.

Ia juga meminta agar pengelolaan dana dilakukan secara terbuka sehingga guru dan masyarakat dapat mengetahui arah penggunaannya.

4. Kualitas Ujian dan Pengawasan Sekolah

Dalam poin terakhir, Bupati meminta kepala sekolah memastikan seluruh persiapan ujian berjalan optimal demi menjaga mutu pendidikan. Ia juga menekankan peran aktif para pengawas sekolah yang baru dilantik agar rutin turun langsung ke lapangan.

“Pengawas bukan hanya duduk di kantor. Turunlah ke sekolah, lihat anak-anak kita belajar, lihat guru-guru kita bekerja. Dari sana kita tahu apa yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Evaluasi kinerja pengawas, lanjutnya, akan dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan program berjalan efektif.

Menutup arahannya, Aletinus Yigibalom kembali mengingatkan bahwa pendidikan adalah cahaya masa depan daerah.

“Pendidikan adalah cahaya yang akan menerangi masa depan anak-anak kita. Jika kita salah mengurus, maka kita memadamkan masa depan mereka. Tapi jika kita serius, jujur, dan bekerja bersama, maka Lanny Jaya akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun tanah ini,” tuturnya.

Acara ditutup dengan penyerahan program kerja pengawas kepada Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Saiman Yigibalom, S.Pd, menegaskan bahwa seluruh arahan Bupati wajib dijalankan demi peningkatan kualitas pendidikan di Lanny Jaya.

Rapat tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggilan moral bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Lanny Jaya. Dengan komitmen bersama, transparansi, dan pengawasan yang ketat, pemerintah daerah menegaskan bahwa masa depan anak-anak Lanny Jaya menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

Lanny Jaya – Aula Kantor Bupati Kabupaten Lanny Jaya dipenuhi suasana serius saat Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd, memimpin rapat besar bersama jajaran Dinas Pendidikan, para kepala sekolah SMA/SMK, SMP, serta pengawas pendidikan dari seluruh wilayah kabupaten.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pendidikan daerah. Dalam arahannya, Bupati menegaskan empat agenda utama yang wajib menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

1. Penguatan Data Pokok Pendidikan (Dapodik )

Bupati menekankan bahwa setiap kepala sekolah harus memahami dan menguasai sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi utama jalannya sistem pendidikan, mulai dari sarana prasarana hingga ketersediaan tenaga pendidik.

“Sekolah yang kuat adalah sekolah yang datanya benar. Jangan biarkan orang luar mengatur data sekolah. Operator harus dari sekolah itu sendiri, karena dari data itulah masa depan anak-anak kita ditentukan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa ketertiban administrasi bukan sekadar kewajiban teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dalam membangun generasi masa depan.

2. Validasi Data Ujian Akhir Sekolah (UAS)

Dalam agenda kedua, Bupati menyoroti pentingnya validasi data siswa menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Ia meminta agar tidak ada satu pun siswa yang tertinggal akibat kesalahan administrasi.

Jika ditemukan kendala data, sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Tidak boleh ada anak kita yang kehilangan haknya hanya karena data salah. Setiap anak Lanny Jaya berhak ikut ujian, berhak mendapat ilmu, dan berhak bermimpi besar,” ujarnya penuh penegasan.

3. Transparansi Dana BOS

Agenda ketiga menyangkut pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bupati menegaskan bahwa penggunaan dana harus sesuai dengan aplikasi ARKAS dan dilaporkan melalui Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

“Dana BOS bukan milik pribadi, itu milik anak-anak kita. Gunakan dengan jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab. Dari dana itu, kita membangun masa depan generasi Lanny Jaya,” katanya.

Ia juga meminta agar pengelolaan dana dilakukan secara terbuka sehingga guru dan masyarakat dapat mengetahui arah penggunaannya.

4. Kualitas Ujian dan Pengawasan Sekolah

Dalam poin terakhir, Bupati meminta kepala sekolah memastikan seluruh persiapan ujian berjalan optimal demi menjaga mutu pendidikan. Ia juga menekankan peran aktif para pengawas sekolah yang baru dilantik agar rutin turun langsung ke lapangan.

“Pengawas bukan hanya duduk di kantor. Turunlah ke sekolah, lihat anak-anak kita belajar, lihat guru-guru kita bekerja. Dari sana kita tahu apa yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Evaluasi kinerja pengawas, lanjutnya, akan dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan program berjalan efektif.

Menutup arahannya, Aletinus Yigibalom kembali mengingatkan bahwa pendidikan adalah cahaya masa depan daerah.

“Pendidikan adalah cahaya yang akan menerangi masa depan anak-anak kita. Jika kita salah mengurus, maka kita memadamkan masa depan mereka. Tapi jika kita serius, jujur, dan bekerja bersama, maka Lanny Jaya akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun tanah ini,” tuturnya.

Acara ditutup dengan penyerahan program kerja pengawas kepada Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Saiman Yigibalom, S.Pd, menegaskan bahwa seluruh arahan Bupati wajib dijalankan demi peningkatan kualitas pendidikan di Lanny Jaya.

Rapat tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggilan moral bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Lanny Jaya. Dengan komitmen bersama, transparansi, dan pengawasan yang ketat, pemerintah daerah menegaskan bahwa masa depan anak-anak Lanny Jaya menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

Rekomendasi Berita