Anggota DPR Papua Pegunungan Minta Pengaspalan Jalan Kurulu Segera Diselesaikan

  • 22 Feb 2026 21:08 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, WAMENA — Anggota DPR Papua Pegunungan, Kamilus Logo, meminta kontraktor segera menyelesaikan pengaspalan jalan menuju Umpagalo di Distrik Kurulu Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jika tidak, ia bersama masyarakat akan melaporkan persoalan tersebut kepada Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ditindaklanjuti.

Permintaan itu disampaikan Kamilus usai menerima pengaduan masyarakat dari Distrik Kurulu, khususnya Kampung Waga-Waga, Eragama, Umpagalo, dan Mebagima. Warga menilai pengerjaan jalan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 belum sesuai kontrak karena hingga Februari 2026 pengaspalan belum dilakukan.

Kamilus mengatakan telah mengecek langsung kondisi jalan tersebut pada Jumat (20/2). Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ia menemukan pekerjaan belum rampung, meskipun kontraktor disebut telah melakukan penagihan hingga 100 persen.

“Setelah saya cek langsung, kontraktor sudah melakukan tagihan penuh, padahal dalam kontrak pekerjaannya sampai tahap pengaspalan. Jalan ini belum layak. Saya minta BPK turun untuk memeriksa,” ujar Kamilus.

Ia menegaskan, apabila pengaspalan tidak segera dilaksanakan, dirinya bersama masyarakat dari tiga kampung akan melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat dan BPK. Menurutnya, tidak ada kendala berarti di lapangan yang dapat menghambat penyelesaian pekerjaan.

“Seharusnya Desember sudah selesai, tetapi sekarang sudah masuk bulan kedua dan belum ada aspal,” katanya.

Selain itu, Kamilus juga menyoroti kualitas pekerjaan sepanjang 500 meter yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis. Ia membandingkan proyek tersebut dengan pekerjaan sebelumnya sepanjang 600 meter yang dikerjakan kontraktor lain dan dinilai memiliki hasil lebih baik.

“Saya sebagai orang awam saja bisa melihat ini tidak sesuai kontrak. Karena itu BPK harus memeriksa dengan baik,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor terkait tudingan tersebut.

Rekomendasi Berita