Sekolah Rakyat, Sebaiknya Pemerintah Pakai Konsep Bung Karno

  • 29 Jan 2026 07:42 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena: Program sekolah rakyat (SR) yang hendak didorong oleh pemerintahan presiden Prabowo Subianto diminta untuk penerapannya menggunakan konsep SR ala Bung Karno, sang proklamator RI, sebagaimana yang dilakukannya sesaat setelah kemerdekaan RI.

Usulan tersebut datang dari salah satu tokoh pendidikan di Papua Pegunungan, Bertus Asso, S.Pd., M.Pd., di Wamena, Sabtu (24/01/2026), deselah pelatihan guru sekolah rakyat yang digelar oleh Yayasan Bantulah Usaha Pemberantasan Buta Huruf Indonesia (YBUPBHI).

Menurutnya, pemerintahan Prabowo punya cita-cita mulia untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, namun niat baik itu mesti dilandaskan pada pijakan sejarah agar bisa berhasil dengan baik.

Sekolah Rakyat adalah program unggulan dalam visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok Indonesia.

Bertus Asso mengatakan, program Presiden tentang SR patut diapresiasi, namun konsepnya harus jelas bahwa sekolah rakyat harus benar-benar turun ke rakyat sebagaimana Bung Karno membangun konsep bantulah rakyat agar keluar dari masalah tuna aksara.

“Saya mau berpesan kepada pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini presiden punya kebijakan kami beri apresiasi karena beliau angkat sekolah rakyat, tapi rujukan yang beliau (presiden) apakah mengacu dari apa yang dilakukan oleh presiden pertama ini ka atau tidak. Kalau tidak berarti dorang (mereka) ini hanya ambil di tengah jalan, asal ambil nama tapi tidak berpijak pada sejarah” Katanya.

Oleh karena itu, Bertus Asso menyarankan, kebijakan SR yang dilakukan pemerintahan saat ini konsepnya perlu diubah. Para pemberi masukan ke presiden harus bisa mengacu pada sejarah pendiri bangsa Bung Karno.

“Sekolah rakyat harus mengacu dan kembali pada pendiri bangsa, itu lebih afektif dan dia harus turun kembali kepada rakyat seperti Bung Karno dulu. supaya dari sisi pendidikannya dapat tapi dari nilai sejarahnya juga dapat. Harapnya.

Ia mengatakan, di Papua, khususnya Papua Pegunungan, saat ini telah dirikan Yayasan Bantulah Usaha Pemberantasan Buta Huruf Indonesia (YBUPBHI) untuk mendorong sekolah rakyat ala Bung Karno dengan metode huruf Bung Karno yakni 5 huruf Vokal.

“Saya sebagai direktur Yayasan adopsi sekolah rakyat yang ada di dalam sejarah itu saya taru sekolah rakyat di sini dan ini yang saya terus menggembangkan di daerah Papua Pegunungan dan saya harap ini akan jalan dan pengaruhnya terus meluas” Ucap direktur YBUPBHI itu (*).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....