Wayang Jogja Night Carnival 2024, Ruang Kreativitas Masyarakat Yogyakarta

  • 03 Okt 2024 15:47 WIB
  •  Voice of Indonesia

KBRN, Jakarta: Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) kembali hadir sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta pada 7 Oktober 2024. Sejak pertama kali digelar pada 2016, WJNC telah menjadi salah satu ikon seni jalanan (art on the street) yang memadukan tema pewayangan dalam bentuk karnaval. Dalam wawancara ekskulsif dengan RRI Voice of Indonesia pada Rabu,(3/10/2024)Tim Kreatif WJNC, RM Kristiadi, menjelaskan bahwa tahun ini, WJNC mengusung tema “Gatot Kaca Lirajaya,” yang terinspirasi dari tokoh pewayangan favorit Sultan Hamengkubuwono IX.

Tema Gatot Kaca dipilih karena melambangkan seorang kesatria yang setia pada dharma atau tugasnya. Menurut Kristiadi, nilai-nilai kepahlawanan dan profesionalitas Gatot Kaca sangat relevan untuk dijadikan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu memiliki dharmanya masing-masing, baik sebagai pegawai negeri, seniman, maupun pedagang. Gatot Kaca menjadi simbol kesetiaan terhadap tanggung jawab dan pengabdian pada bangsa.

Proses kreatif dalam WJNC bukan hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi lebih pada bagaimana melibatkan warga Yogyakarta, khususnya di tiap kemantren (kecamatan), dalam proses kreatifnya. Kristiadi menekankan pentingnya peran warga dalam menciptakan dan merasakan kepemilikan terhadap acara ini. “Bukan sekadar penonton, tetapi mereka turut serta dalam menghasilkan karya yang ditampilkan,” ungkapnya.

Setiap tahunnya, WJNC selalu menampilkan perkembangan baru dalam hal kreativitas. Bukan hanya tim kreatif WJNC yang berpikir "outside the box", namun warga kemantren juga semakin kreatif dalam berpartisipasi. Dari yang awalnya belum aktif, kini partisipasi warga semakin meningkat, sehingga setiap kemantren memiliki ruang kreativitas yang mereka banggakan dalam WJNC.

Tahun ini, seniman lokal dan komunitas budaya turut ambil bagian dalam mempersiapkan acara ini. Namun, Kristiadi menjelaskan bahwa WJNC tetap berusaha untuk menonjolkan kreativitas warga Yogyakarta. “Semua kreator berasal dari lokal, kami hanya memberikan dorongan atau inspirasi kepada mereka,” jelasnya. Kehadiran seniman dari luar provinsi hanya sebagai tamu untuk memberikan semangat dan partisipasi.

Salah satu tantangan besar dalam WJNC adalah mengemas seni wayang dalam bentuk seni jalanan. “Wayang Jogja Night Carnival bukan hanya menampilkan wayang kulit, tetapi juga wayang orang dan wayang lainnya. Tantangannya adalah bagaimana menampilkan wayang dalam konteks jalanan pada malam hari,” kata Kristiadi. Keterbatasan panggung membuat para seniman harus kreatif dalam menampilkan karakter wayang tanpa mengorbankan keselamatan atau estetika.

Dalam persiapan WJNC, setiap kemantren diberi ruang untuk mengekspresikan kreativitas mereka, baik melalui workshop maupun perlombaan kreatif. Hal ini membuat keterlibatan warga semakin tinggi dan memberikan dampak positif pada kreativitas komunitas di Yogyakarta. “Dulu mungkin tidak ada, tetapi sekarang partisipasi warga semakin luar biasa,” tambah Kristiadi.

Melihat perkembangan WJNC dari tahun ke tahun, Kristiadi berharap acara ini terus menjadi ruang eksistensi bagi warga Yogyakarta untuk berkarya. Ia juga mengharapkan agar WJNC dapat semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga dapat menarik wisatawan dari berbagai negara untuk datang dan menyaksikan event ini.

Wayang Jogja Night Carnival telah berhasil masuk dalam 10 besar Karisma Event Nusantara dan diharapkan semakin berkembang di masa depan. Kristiadi dan tim kreatif berharap WJNC tahun ini bisa berlangsung sukses dan menjadi ajang yang lebih meriah serta dikenal luas, "Dan tentunya saya dan tim berharap yang terbaik untuk wayang Jogja Night Carnival tahun ini dan tahun-tahun berikutnya" tutup Kristiadi.

google-preference

News Recomendation

Latest News

Loading latest news.....